kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Pembakaran Lahan Pasca Panen Picu 474 Hektar Karhutla di Sulsel

Pembakaran Lahan Pasca Panen Picu 474 Hektar Karhutla di Sulsel
Ilustrasi kebakaran lahan (Dok : Int).

KabarMakassar.com — Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengidentifikasi penyebab utama kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sulawesi Selatan didominasi berasal dari praktik pembakaran lahan pertanian usai panen.

Aktivitas ini banyak ditemukan di sejumlah kabupaten yang mencatat titik panas dan luasan kebakaran cukup tinggi.

Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Hubungan Antar Lembaga, Fahrizal, menyebut, dari hasil identifikasi di lapangan, pembakaran dilakukan oleh petani sebagai bagian dari proses pembersihan sisa-sisa jerami atau tanaman.

Aktivitas yang kerap dianggap lebih praktis ini, justru menjadi pemicu munculnya titik-titik api yang meluas di musim kemarau.

“Sepertinya berdasarkan identifikasi di lapangan itu seperti yang disampaikan oleh kepala KPH (Kestuan Pengelolaan Hutan), itu terjadi karena lahan pertanian di saat mereka membersihkan setelah panen, itu dibakar,” ujarnya, Jumat (11/07).

Praktik pembakaran lahan usai panen ini ditemukan di berbagai kabupaten, terutama di Pinrang yang mencatat luas karhutla terbesar mencapai 311,01 hektar. Disusul oleh Sidrap, Wajo, Enrekang, Luwu, dan Luwu Timur.

Fahrizal menyampaikan bahwa edukasi kepada masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah kebakaran akibat pembakaran lahan.

Ia menekankan pentingnya mendorong pemanfaatan limbah pertanian secara produktif tanpa perlu dibakar.

“Ini yang mungkin yang disampaikan oleh Pak Gubernur bahwa perlu edukasi kepada masyarakat bahwa jerami-jerami itu tidak perlu dibakar. Bisa dimanfaatkan menjadi pakan ternak. Diubah menjadi silase,” jelas Fahrizal.

Dengan pengolahan limbah pertanian menjadi silase, kata dia, petani tidak hanya bisa menghindari risiko kebakaran, tetapi juga mendapatkan alternatif pakan ternak saat musim paceklik.

“Jadi di saat kita paceklik untuk pakan ternak itu bisa digunakan untuk pakan ternak,” pungkasnya.

Loading