kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Paket 6 MYP Jalan Sulsel Resmi Berkontrak, Rp239 Miliar Difokuskan di 9 Daerah

Paket 6 MYP Jalan Sulsel Resmi Berkontrak, Rp239 Miliar Difokuskan di 9 Daerah
Kepala DBMBK Sulsel Andi Ihsan (dok. Ist)

KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (DBMBK) resmi meneken kontrak Preservasi Jalan Multi Years Project (MYP) Paket 6. Paket baru tersebut memiliki nilai total Rp239 miliar dan menjadi bagian dari percepatan penanganan jalan provinsi di sejumlah wilayah strategis.

Kepala DBMBK Sulsel Andi Ihsan mengatakan, paket keenam menjadi tambahan dari lima paket MYP yang sebelumnya lebih dulu berjalan. Dengan kontrak terbaru itu, seluruh paket preservasi jalan yang dirancang pemerintah provinsi kini mulai bergerak sesuai tahapan pelaksanaan.

“Kita tahu bahwa MYP ini atau MYC, Multi-Years Contract atau Multi-Years Project untuk dinasnya kami kan ada, sekarang sudah ada 6 paket, yang paket awal itu paket 1-5 dan paket yang baru, paket 6 ini baru saja berkontrak dengan nilai total 239 miliar,” ucap Andi Ihsan , Selasa (26/05/2026).

Paket 6 difokuskan pada perbaikan ruas strategis sepanjang total 157,49 kilometer yang tersebar di sembilan kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Cakupan pekerjaannya menjangkau wilayah utara hingga selatan dengan mempertimbangkan konektivitas antarwilayah dan kebutuhan akses masyarakat.

Lokasi pekerjaan tersebar di Kabupaten Luwu, Toraja Utara, Tana Toraja, Jeneponto, Bantaeng, Pinrang, dan Maros. Selain itu, penanganan juga dilakukan di Kota Palopo dan Kota Makassar sebagai bagian dari jalur utama perkotaan dan kawasan penyangga Mamminasata.

Di wilayah utara Sulsel, pekerjaan meliputi sejumlah ruas penghubung strategis kawasan Toraja dan Luwu. Beberapa di antaranya berada di ruas batas Kabupaten Toraja Utara–Pantilang–Bua, Tedong Bonga–Buntao hingga batas Kabupaten Luwu, serta Pantilang–Bonglo sampai batas Kota Palopo.

Penanganan di kawasan Toraja juga mencakup ruas penunjang di sekitar Rantepao, Pangala, dan Baruppu hingga perbatasan Provinsi Sulawesi Barat. Akses menuju Bandara Pongtiku dan jalur antarkawasan pegunungan turut masuk dalam daftar preservasi yang dikerjakan melalui paket tersebut.

Sementara di wilayah tengah dan selatan, preservasi dilakukan pada ruas penghubung Jeneponto dan Bantaeng. Koridor Boro–Loka dan Sinoa–Bantaeng menjadi bagian dari pekerjaan yang diprioritaskan karena menjadi akses vital mobilitas warga dan distribusi barang.

Di kawasan metropolitan Mamminasata, Paket 6 juga menyasar ruas Parang Loe–Tamalanrea Raya hingga perbatasan Kabupaten Maros. Sejumlah jalan utama di Kota Makassar seperti Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Dr Ratulangi ikut masuk dalam paket preservasi tahun ini.

Andi Ihsan menyebut seluruh paket MYP dirancang untuk mendorong peningkatan kualitas jalan provinsi secara bertahap hingga akhir masa kontrak pada 2027. Kehadiran Paket 6 juga diharapkan memperkuat pemerataan pembangunan infrastruktur jalan antarwilayah di Sulawesi Selatan.

Menurutnya, penanganan jalan bukan hanya soal perbaikan fisik, tetapi juga berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Akses yang semakin baik diyakini dapat mempercepat distribusi hasil produksi sekaligus menekan biaya transportasi di berbagai daerah.

“Ini yang ditangkap Pak Gubernur, kan ceritanya bagaimana masyarakat Sulsel ini income-nya bisa naik nih. Apa yang harus dibenahi? Nah, akses jalan,” pungkasnya.

error: Content is protected !!