KabarMakassar.com — Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah Indonesia mencabut keanggotaan dari Board of Peace (BoP). Desakan itu disampaikan menyusul eskalasi serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.
Sikap tersebut tertuang dalam Tausiyah MUI Nomor Kep-28/DP-MUI/III/2026 yang diterbitkan pada 1 Maret 2026 di Jakarta. Dalam dokumen itu, MUI menyoroti peran Amerika Serikat yang dinilai memegang posisi sentral dalam pengelolaan konflik Palestina melalui BoP.
“Amerika Serikat, yang tengah memainkan peran sentral dalam pengelolaan konflik Palestina melalui BoP, menghadapi pertanyaan besar yaitu apakah strategi tersebut sungguh diarahkan untuk perdamaian yang adil, atau justru memperkuat arsitektur keamanan yang timpang dan mengubur kemerdekaan Palestina?” tulis MUI.
“Untuk itu, MUI mendesak pemerintah Indonesia agar mencabut keanggotaan dari BoP karena dipandang tidak efektif mewujudkan perdamaian sejati di Palestina. Karena yang terjadi justru sebaliknya, Trump melakukan serangan bersama Israel terhadap Iran dan memicu perang regional yang melibatkan berbagai kekuatan, baik secara langsung maupun melalui proksi,” tegasnya.
MUI menyampaikan, serangan militer yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Iran menunjukkan kontradiksi antara peran Amerika dalam forum perdamaian dan langkah militernya di kawasan.
Dalam tausiyah tersebut, MUI menilai situasi yang berkembang tidak dapat dipisahkan dari konfigurasi geopolitik yang lebih luas, khususnya dalam konteks konflik Israel-Palestina. Organisasi itu berpandangan, keterlibatan Indonesia dalam BoP perlu dievaluasi karena dinilai tidak efektif mendorong kemerdekaan Palestina.
Selain mendesak pemerintah keluar dari BoP, MUI juga menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk mengambil langkah konkret menghentikan perang dan menegakkan hukum internasional.
“MUI menyerakan kepada PBB dan OKI untuk melakukan langkah-langkah maksimal menghentikan perang dan menghormati hukum internasional. MUI berkeyakinan bahwa perang lunya akan mendatangkan kemadhurotan global,” pungkas MUI.














