KabarMakassar.com — Bosowa School Makassar membekali siswa dengan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi, batasan pribadi, dan perlindungan diri melalui materi sex education dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, Senin (13/7).
Materi tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar, drg. Ita Isdiana Anwar, M.Kes. Penyampaian materi disesuaikan dengan usia peserta agar dapat dipahami dengan mudah dan tepat.
Dalam sesi tersebut, siswa diajak mengenali diri sendiri, memahami batasan pribadi, serta mengetahui hak anak untuk memperoleh perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan dan pelecehan.
Siswa juga didorong untuk berani berbicara dan mencari pertolongan kepada orang dewasa yang dipercaya apabila mengalami atau menemukan situasi yang membuat mereka merasa tidak aman.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Bosowa School Makassar dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan karakter peserta didik.
Selain menambah pengetahuan, pendidikan perlindungan diri diharapkan dapat membantu siswa membangun hubungan yang sehat, saling menghormati, serta memahami pentingnya menjaga keselamatan diri dan orang lain.
Dalam pemaparannya, Ita menekankan bahwa pendidikan mengenai perlindungan diri perlu diberikan sejak dini sebagai bekal bagi anak dalam menghadapi berbagai situasi.
“Pendidikan tentang perlindungan diri bukanlah hal yang tabu, melainkan bekal penting agar anak mampu mengenali dirinya, menjaga batasan pribadi, dan berani mencari pertolongan ketika menghadapi situasi yang tidak aman,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Bosowa School Makassar berharap para siswa memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga diri, menghargai batasan orang lain, serta menciptakan lingkungan pergaulan yang aman dan saling menghormati.













