KabarMakassar.com — Masyarakat Toraja Utara (Torut) makin diresahkan dengan semakin langkahnya minyak goreng di pasar dan super market.
Salah satu masyarakat Torut Febri mengatakan ia sangat resah dengan kondisi semakin langkahnya minyak goreng baik di pasar maupun di toko-toko. Untuk itu dirinya berharap perhatian pemerintah agar masalah ini bisa diatasi atau minimal diberikan solusi.
Sementara, ketua komisi dua DPRD Torut, Stefanus Mangatta mendesak pemerintah untuk turun tangan memberikan solusi, sangat perlu melakukan operasi pasar, dan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke distributor atau penyuplay dan toko serta pasar yang ada di Torut.
Menanggapi hal itu, wakil bupati Torut, Frederik Victor Palimbong atau yang akrab disapa Dedy yang dikonfirmasi terkait langkahnya minyak goreng mengatakan bahwa Pemda akan melakukan operasi pasar atau inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah toko, penyuplay serta distributor yang ada di area Torut dan akan melibatkan sejumlah OPD terkait dan juga TNI/Polri.
“Selama ini kita belum sidak masih sebatas memantau, namun kedepan diusahakan segera sidak. Dan juga akan kerja sama Bulog untuk mengadakan operasi pasar,” pungkasnya, Kamis (10/3).
Tidak hanya itu, ia menjelaskan Pemda rencana akan bekerja sama dengan Bulog untuk mengadakan pasar murah.
“Dan TNI/Polri akan ikut memantau supply dan distribusi minyak goreng sekaligus mencegah penimbunan,” jelasnya.













