kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Minimnya Drainase Akibatkan Jalan Poros Jeneponto Lumpuh, Pengendara Terjebak Banjir Hingga 50 Cm

Minimnya Drainase Akibatkan Jalan Poros Jeneponto Lumpuh, Pengendara Terjebak Banjir Hingga 50 Cm
Kondisi jalan poros Jeneponto, Paccelanga saat banjir menggenangi bahu jalan. (Ist)

KabarMakassar.com — Jalan poros nasional yang menghubungkan Kota Jeneponto dengan Kota Makassar kembali menunjukkan “wajah langganannya” saat musim hujan tiba. Tepat di wilayah Paccelangan, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, hujan deras yang mengguyur wilayah hulu sejak siang hari mengakibatkan ruas jalan tergenang banjir, memutus sementara arus lalu lintas pada Minggu (09/11).

Ketinggian air di depan SPBU Paccelangan dilaporkan mencapai 30 hingga 50 sentimeter, membuat jalur vital tersebut praktis lumpuh dan hanya bisa dilewati kendaraan besar dengan risiko tinggi.

Pasalnya, Banjir di Paccelanga bukan lagi peristiwa baru, namun sudah menjadi agenda rutin tiap kali curah hujan tinggi melanda. Genangan air terjadi akibat minimnya infrastruktur drainase yang memadai serta luapan air dari sawah di sekitar jalan.

“Setiap kali hujan deras, apalagi yang lama, pasti di sini banjir. Air dari sungai dan sawah di atas meluap karena gorong-gorongnya tidak mampu menampung,” ujar Amir (45), salah seorang pengendara yang sudah bertahun-tahun menyaksikan kondisi ini.

Genangan air dengan cepat menutupi badan jalan sepanjang ratusan meter, memaksa pengguna jalan, terutama pengendara roda dua, untuk memutar balik atau menunggu air surut berjam-jam.

Kondisi terparah dialami oleh pengendara roda dua yang nekat menerobos genangan air. Banyak dari mereka yang harus mendorong kendaraannya setelah mogok di tengah derasnya arus air.

“Saya mau ke Makassar, tadi kira-kira jam 05.00 WITA. Saya lihat airnya tidak terlalu tinggi, jadi saya coba terobos. Tapi motor langsung mati di tengah jalan. Arus airnya cukup kuat, jadi saya harus dorong motor sekitar 100 meter ke pinggir. Ini sudah kali kedua motor saya mogok di Paccelanga. Sangat mengganggu, padahal ini jalan utama,” keluh Rahmat (32), seorang pengendara motor yang terlihat basah kuyup.

Kondisi ini membuat arus lalu lintas dari kedua arah (Jeneponto-Makassar dan sebaliknya) tersendat. Kepolisian dari Polsek Bangkala dan personel Samapta Polres Jeneponto terlihat sigap turun ke lokasi untuk mengatur lalu lintas, memberikan imbauan keselamatan, dan membantu warga yang terjebak.

error: Content is protected !!