kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Menko Pangan Tinjau Dua SPPG di Gowa, Pastikan Layanan Gizi Tetap Berjalan Saat Libur Sekolah

Aturan Baru MBG, SPPG Wajib Kelola Limba Sisa dan Sanitasi
Dapur SPPG di Kabupaten Gowa (dok. Ist)

KabarMakassar.com — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, meninjau langsung dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat (06/02).

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan efektivitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah, terutama selama masa libur sekolah.

Dalam agenda tersebut, Zulkifli Hasan meninjau langsung SPPG Somba Opu Tombolo 2 yang didampingi Kepala SPPG, Faisal. Pemerintah menekankan pentingnya keberlanjutan layanan pemenuhan gizi meski aktivitas sekolah tengah berhenti sementara.

SPPG Somba Opu diketahui telah beroperasi sejak 8 Desember 2025 dan melayani sebanyak 2.817 penerima manfaat. Jumlah tersebut terdiri atas 2.620 siswa dan 197 tenaga pendidik yang tersebar di sembilan sekolah.

SPPG Somba Opu Tombolo 2 juga didukung oleh 50 tenaga, terdiri dari 47 relawan, satu kepala SPPG, satu ahli gizi, serta satu akuntan. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan distribusi MBG berjalan efektif dan tepat sasaran.

Zulhas secara khusus mengapresiasi strategi SPPG dalam menjaga kontinuitas distribusi MBG selama libur sekolah. Pada kunjungan tersebut, dapur umum tetap beroperasi dan mendistribusikan makanan bergizi kepada seluruh penerima manfaat.

Dia menekankan pentingnya keberadaan tenaga ahli gizi dalam setiap unit SPPG. Hal ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan program berjalan berkelanjutan dan berdampak nyata.

“Keberadaan ahli gizi di setiap SPPG merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan Program MBG tidak hanya berjalan secara berkelanjutan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas gizi anak sekolah dan tenaga pendidik,” katanya.

Dengan pendampingan tenaga profesional dan penyesuaian menu sesuai kondisi, termasuk masa libur sekolah dan bulan Ramadan, program MBG diharapkan tetap menjaga mutu layanan dan manfaatnya bagi masyarakat luas.

Sementara itu, Kepala SPPG Somba Opu Tombolo 2, Faisal, menjelaskan bahwa menu MBG umumnya berupa menu basah. Namun, menjelang bulan Ramadan, pihaknya mulai melakukan penyesuaian pola distribusi dengan menyediakan menu kering yang lebih praktis.

“Biasanya kami mendistribusikan menu basah, namun untuk persiapan Ramadan kami mulai menyiapkan menu kering seperti roti, kacang-kacangan, dan susu UHT kemasan,” ujar Faisal.

Dia menegaskan bahwa menu kering tersebut tetap disusun sesuai standar keseimbangan gizi. Menu mencakup sumber karbohidrat, protein nabati, protein hewani, serta serat agar manfaat program tetap optimal bagi penerima.

error: Content is protected !!