KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros kembali meraih prestasi setelah dinobatkan sebagai daerah berkinerja baik dalam upaya pencegahan dan penurunan angka stunting.
Atas capaian tersebut, Pemkab Maros menerima Dana Insentif Fiskal (DIF) sebesar Rp6.006.958.000 dari pemerintah pusat.
Penghargaan itu diterima langsung oleh Wakil Bupati Maros, Andi Muetazim Mansyur, dalam acara penyerahan DIF di Jakarta.
Ia menyampaikan rasa syukur dan menegaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, perangkat desa, dan masyarakat.
“Alhamdulillah, ini hasil kerja bersama. Pemerintah pusat menilai Maros konsisten dan signifikan dalam upaya pencegahan serta penurunan stunting. Ini bukan hanya prestasi pemerintah, tetapi seluruh masyarakat Maros,” ujarnya, berdasarkan keterangan yang diterima Jumat (14/11).
Muetazim berharap penghargaan tersebut menjadi dorongan untuk mempertahankan kinerja sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor.
“Kami ingin memastikan angka stunting di Maros terus menurun. Dengan kerja sama yang kuat, kami optimis dapat mencapai target nasional,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa DIF yang diterima akan diarahkan untuk memperkuat program penanganan stunting, mulai dari peningkatan layanan gizi, edukasi kesehatan ibu dan anak, pemenuhan sanitasi, hingga berbagai program pendukung lainnya.
“Kami pastikan DIF ini tepat sasaran. Fokus kami adalah peningkatan kualitas hidup anak-anak Maros. Penanganan stunting bukan hanya soal angka, tetapi masa depan generasi,” ujarnya.














