KabarMakassar.com — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin membidik kawasan Boulevard dan Pengayoman sebagai lokasi percontohan pembangunan gedung parkir (building parkir) yang dipadukan dengan sistem digitalisasi.
Langkah tersebut disiapkan sebagai upaya mengatasi persoalan parkir liar sekaligus mengurangi kemacetan di kawasan padat aktivitas.
Gagasan itu disampaikan Appi saat memimpin rapat koordinasi bersama jajaran Direksi Perumda Parkir Makassar Raya di Balai Kota Makassar, Senin (15/06).
Menurutnya, diperlukan terobosan baru agar penataan parkir tidak lagi mengandalkan pola konvensional.
“Kita mau solusi untuk penataan parkir. Lokasi percontohan bisa di kawasan pusat keramaian seperti Boulevard atau Pengayoman bisa menjadi pilot project dengan konsep building parkir dan digitalisasi parkir,” ujar Appi.
Ia mengatakan proyek percontohan tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi sebelum diterapkan di kawasan lain di Kota Makassar. Pemerintah kota ingin memastikan sistem baru itu benar-benar mampu menjawab persoalan parkir yang selama ini banyak dikeluhkan masyarakat.
Appi juga meminta Perumda Parkir segera mengidentifikasi lahan-lahan strategis yang dapat dimanfaatkan melalui skema kerja sama maupun penyewaan sebagai lokasi pembangunan fasilitas parkir terpusat.
“Kita perlu mencari solusi yang realistis. Kalau ada lahan kosong yang memungkinkan untuk dimanfaatkan sementara melalui kerja sama atau sewa, itu bisa menjadi langkah awal menghadirkan percontohan building parking,” katanya.
Selain pembangunan fisik, Pemkot Makassar juga mendorong penerapan digitalisasi dalam pengelolaan parkir, mulai dari sistem pembayaran non tunai hingga pengawasan berbasis teknologi guna meningkatkan transparansi pelayanan.
Appi menilai reformasi sektor perparkiran harus menjadi bagian dari upaya menciptakan tata kota yang lebih tertib dan modern. Kehadiran gedung parkir terintegrasi diharapkan dapat mengurangi penggunaan badan jalan sebagai area parkir sekaligus menekan praktik parkir liar.
“Perlu, pembangunan fasilitas parkir yang lebih terpusat akan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi kendaraan yang parkir di badan jalan sekaligus menciptakan tata kota yang lebih tertib,” tukasnya.













