Indeks
News  

Makassar Tata Ulang Trotoar Jalan Tinumbu Usai Penertiban PKL

Makassar Tata Ulang Trotoar Jalan Tinumbu Usai Penertiban PKL
Penataan Trotoar Tinumbu (Dok: Ist).

KabarMakassar.com – Pemerintah Kota Makassar mulai menata ulang kawasan Jalan Tinumbu usai penertiban pedagang kaki lima (PKL) dan pembongkaran bangunan yang berdiri di atas saluran drainase.

Langkah tersebut diawali dengan pembangunan kembali trotoar untuk mengembalikan fungsi ruang publik sekaligus memperlancar sistem drainase di kawasan tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, mengatakan penataan dilakukan agar area yang telah dibebaskan tidak kembali disalahgunakan dan dapat dimanfaatkan masyarakat sesuai fungsinya.

“Setelah dilakukan pembongkaran bangunan yang berada di atas saluran air, kami langsung melakukan penataan kawasan agar dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat,” kata Zuhaelsi, Kamis (25/6).

Pekerjaan difokuskan di Jalan Tinumbu, tepatnya di kawasan perbatasan Kecamatan Bontoala dan Kecamatan Tallo, yang merupakan salah satu ruas dengan aktivitas masyarakat cukup tinggi. Dinas PU membangun trotoar baru selebar sekitar 1,7 meter dengan panjang kurang lebih 70 meter untuk memberikan ruang yang lebih aman dan nyaman bagi pejalan kaki.

Menurut Zuhaelsi, pembenahan ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Makassar mengembalikan fungsi fasilitas publik yang selama ini terganggu akibat penggunaan ruang yang tidak semestinya.

“Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan fasilitas publik dapat digunakan sesuai fungsinya,” ujarnya.

Selain memperbaiki jalur pedestrian, desain trotoar juga tetap memberikan akses terhadap saluran drainase di bawahnya. Dengan demikian, proses inspeksi, pembersihan, maupun pemeliharaan saluran dapat dilakukan lebih mudah tanpa harus membongkar kembali fasilitas yang telah dibangun.

“Penataan ini tidak hanya memperbaiki tampilan kawasan, tetapi juga mendukung fungsi drainase. Dengan akses yang terbuka, petugas dapat lebih mudah melakukan pemeliharaan sehingga saluran tetap berfungsi optimal,” jelasnya.

Ia menambahkan, normalisasi kawasan Jalan Tinumbu juga menjadi bagian dari langkah antisipasi menghadapi musim hujan. Saluran drainase yang bersih dan mudah diakses diharapkan mampu memperlancar aliran air sehingga dapat menekan potensi genangan maupun banjir.

“Ketika saluran berfungsi dengan baik dan bebas sumbatan, aliran air menjadi lebih lancar. Ini menjadi salah satu upaya kita untuk mengurangi potensi genangan dan banjir saat curah hujan tinggi,” katanya.

Zuhaelsi menegaskan, pembenahan Jalan Tinumbu merupakan tahap awal dari program penataan lanjutan di sejumlah titik hasil penertiban PKL dan bangunan yang melanggar fungsi ruang publik di Kota Makassar.

“Kami ingin setiap lokasi yang telah ditertibkan dapat berubah menjadi ruang yang lebih tertata, bersih, aman, dan nyaman. Karena tujuan akhirnya adalah menghadirkan kota yang lebih baik bagi seluruh warga Makassar,” tukasnya.

error: Content is protected !!
Exit mobile version