KabarMakassar.com — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengajak seluruh bidan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mempercepat penurunan stunting di Kota Makassar.
Ajakan itu disampaikan saat melepas peserta Jalan Sehat memperingati International Day of the Midwife dan Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-75 di halaman RSKDIA Pertiwi Makassar, Minggu (28/06).
Aliyah mengatakan peran bidan sangat strategis karena tidak hanya mendampingi proses persalinan, tetapi juga mengawal kesehatan ibu, bayi, dan tumbuh kembang anak sejak dini. Menurutnya, keterlibatan aktif bidan menjadi salah satu kunci keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
“Bidan bukan hanya mendampingi proses persalinan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan reproduksi perempuan, mengawal tumbuh kembang anak, hingga memberikan edukasi kepada keluarga. Peran ini sangat strategis dalam mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas,” kata Aliyah.
Ia menegaskan Pemerintah Kota Makassar menaruh harapan besar kepada seluruh tenaga kebidanan agar terus bersinergi dalam menekan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), sekaligus mempercepat penurunan prevalensi stunting melalui pelayanan kesehatan yang berpusat pada perempuan dan anak.
“Kami berharap seluruh bidan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat penurunan stunting, menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mempersiapkan Generasi Emas Indonesia 2045 melalui pelayanan kebidanan yang berkualitas,” ujarnya.
Aliyah juga menyampaikan apresiasi kepada para bidan yang selama ini mengabdikan diri di rumah sakit, puskesmas, klinik maupun praktik mandiri. Menurutnya, dedikasi para bidan telah memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kota Makassar.
“Terima kasih atas dedikasi, keikhlasan, dan kasih sayang yang telah diberikan dalam mendampingi setiap awal kehidupan. Semoga Ikatan Bidan Indonesia semakin solid, profesional, dan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua IBI Sulawesi Selatan, Dr. Mardiana Ahmad, S.SiT., M.Kep, menegaskan bidan merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak yang hadir hingga ke wilayah terpencil, terluar, dan terisolasi.
“Bidan adalah first line dalam mengawal kesehatan ibu dan anak serta kesehatan reproduksi. Kami hadir mulai sebelum kehamilan, proses persalinan, hingga pelayanan keluarga berencana, termasuk di wilayah 3T,” ungkapnya.
Menurut Mardiana, IBI Sulawesi Selatan memiliki sekitar 22.400 anggota yang tersebar di 24 kabupaten/kota. Pada peringatan HUT ke-75 tahun ini, IBI mengangkat tema “One Million More Midwives” sebagai bentuk dorongan untuk memperkuat jumlah dan kualitas tenaga bidan di Indonesia.
Rangkaian HUT IBI ke-75 juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial melalui Bulan Bakti IBI, seperti pelayanan keluarga berencana, imunisasi, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga seminar ilmiah yang akan digelar pada awal Juli sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi bidan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak.
