KabarMakassar.com – Pemerintah Kota Makassar dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).
Dalam kesepakatan tersebut, Pemkot Makassar menghibahkan sebidang tanah milik daerah ke BPSDMP dalam hal ini Poletiknik Ilmu Pelayanan (PIP) Makassar. Hal itu untuk mendukung pemenuhan fasilitas operasional atau pengembangan institusi pendidikan transportasi transportasi laut di bawah Kemenhub.
Selain itu, hibah tersebut merupakan bagian dari skema hibah timbal balik (saling hibah aset) yang sebelumnya sebelumnya PIP telah menghibahkan bangunan akses jalan ke Pemkot Makassar untuk mendukung jalannya proyek Stadion Untia.
Penandatanganan MoU berlangsung di Baruga Anging Mammiri Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Senin (22/6).
Dihadiri Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Kepala BPSDMP Kemenhub Suharto, serta jajaran terkait.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifli Nanda, dan Direktur PIP Makassar, Rudy Susanto, membubuhkan paraf pada dokumen perjanjian sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung kerja sama antar lembaga.
Kepala BPSDMP Kementerian Perhubungan Suharto mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam mendorong pemanfaatan aset negara untuk kepentingan masyarakat.
Ia menilai kesamaan visi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi modal penting dalam menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi publik.
“Alhamdulillah, dengan visi Pak Wali yang visioner, kita sama-sama mempunyai visi yang sama yaitu bagaimana aset yang ada itu memberikan kemaslahatan kepada masyarakat,” kata Suharto.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menyampaikan apresiasi kepada BPSDMP Kementerian Perhubungan atas terwujudnya penandatanganan NPHD tersebut.
Menurutnya, kesepakatan itu menjadi langkah strategis dalam mendukung pembangunan kawasan Untia yang saat ini menjadi salah satu kawasan prioritas Pemerintah Kota Makassar.
“Pada malam hari ini kita menyelesaikan satu kegiatan. Barang ini dari negara dan akan dimanfaatkan oleh negara juga, sehingga tidak ada kata lain selain dipercepat dan dilaksanakan,” katanya.
Munafri menjelaskan, kawasan Untia tengah berkembang dengan berbagai pembangunan infrastruktur strategis, termasuk rencana pembangunan stadion sepak bola tepat disamping PIP.
Karena itu, dukungan akses dan konektivitas transportasi menjadi kebutuhan penting untuk mempercepat pertumbuhan kawasan tersebut.
Pada kesempatan itu, Munafri juga melaporkan kepada jajaran BPSDMP Kementerian tentang Pete-pete laut atau transportasi laut antar pulau yang baru dioperasikan Pemerintah Kota Makassar.
Ia menguraikan program tersebut ditujukan untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat di delapan pulau berpenghuni, khususnya dua pulau terluar yang berada di wilayah Kota Makassar.













