KabarMakassar.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 116 Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin membagikan sebanyak 116 bibit pohon produktif kepada masyarakat Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, sebagai upaya mendukung mitigasi perubahan iklim sekaligus mendorong penghijauan desa.
Bibit yang disalurkan terdiri atas tanaman daun salam, sirsak, dan jeruk nipis. Selain dibagikan kepada warga, sebagian bibit juga ditanam di kawasan Wisata Bulu Saukang untuk menambah tutupan hijau di destinasi wisata tersebut.
Koordinator program, Christian Regil, mengatakan kegiatan tersebut terlaksana berkat kolaborasi dengan Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) Wilayah II yang menyediakan bibit tanaman.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BPTH Wilayah II atas kolaborasi dan dukungan yang telah diberikan. Bantuan bibit ini menjadi bagian penting dalam keberhasilan program kami. Semoga pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta menjadi investasi lingkungan bagi generasi mendatang,” ujar Christian Regil, Selasa (21/7)
Sebanyak 116 bibit didistribusikan kepada warga di empat dusun, yakni Dusun Balocci, Dusun Harapan, Dusun Sakeang, dan Dusun Polewali.
Program tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat ganda, yakni menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menghasilkan nilai ekonomi melalui tanaman produktif.
Kegiatan penyerahan bibit dipimpin langsung oleh Kepala Desa Benteng Gajah, Ansar, yang menyerahkan bibit secara simbolis kepada masyarakat.
Ia menilai program mahasiswa KKN Unhas menjadi langkah positif dalam membangun kesadaran warga terhadap pentingnya pelestarian lingkungan.
“Penanaman pohon produktif merupakan investasi jangka panjang. Selain menjaga kelestarian lingkungan, hasil tanaman nantinya juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” kata Ansar.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Tematik 116 Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin berharap masyarakat dapat merawat bibit yang telah diterima agar tumbuh optimal.
Upaya penghijauan ini dinilai dapat membantu meningkatkan tutupan vegetasi, menyerap emisi karbon, menjaga kualitas udara, serta memperkuat ketahanan lingkungan menghadapi dampak perubahan iklim.













