KabarMakassar.com – Peringatan Haul ke-20 KH Syekh Sayyid Djamaluddin Assegaf Puang Ramma tidak hanya dipusatkan pada acara puncak di Kota Makassar.
Panitia juga menyiapkan rangkaian Ziarah Kubro selama tiga hari di kompleks pemakaman Tambua, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Ziarah Kubro tersebut dijadwalkan berlangsung mulai Minggu (06/09) hingga Selasa (08/09).
Kegiatan akan dipandu para khalifah Tarekat Khalwatiyah Syekh Yusuf dengan dukungan panitia setempat.
Sementara itu, puncak Haul ke-20 Syekh Sayyid Djamaluddin Assegaf Puang Ramma digelar di Jalan Baji Bicara, Kota Makassar, pada Minggu (06/09). Sekitar 2.000 jemaah diperkirakan menghadiri kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga menjelang siang tersebut.
Ketua Panitia Haul, Capt. Suparman, mengatakan pelaksanaan haul tahun ini menjadi momentum untuk kembali mengenang perjuangan dan dakwah Puang Ramma.
“Haul yang ke-20 ini bukan hanya rutinitas tahunan semata. Ini momentum untuk mengenang perjuangan, dakwah, dan cara beliau membimbing umat,” kata Suparman saat konferensi pers di Makassar, Jumat (04/09).
Jemaah yang mengikuti rangkaian kegiatan tidak hanya berasal dari Sulawesi Selatan. Sejumlah jemaah dari luar daerah juga telah mengonfirmasi kehadiran, di antaranya dari Pasuruan, Surabaya, dan Jakarta.
Panitia telah melakukan sejumlah persiapan untuk mengantisipasi kepadatan jemaah, khususnya saat puncak haul di Baji Bicara.
Koordinasi dilakukan bersama kepolisian dan Dinas Perhubungan untuk mengatur arus lalu lintas serta lokasi parkir. Tokoh masyarakat setempat juga dilibatkan dalam persiapan kegiatan.
Suparman mengimbau seluruh jemaah mengikuti arahan petugas selama rangkaian kegiatan. Jemaah juga diminta menjaga ketertiban dan kebersihan di lokasi.
Puncak Haul ke-20 Puang Ramma tahun ini juga memiliki perbedaan dari pelaksanaan sebelumnya.
Jika sebelumnya haul umumnya digelar di gedung, tahun ini kegiatan dipusatkan di kawasan Baji Bicara. Pemilihan lokasi tersebut berdasarkan petunjuk Mursyid Tarekat Khalwatiyah Syekh Yusuf Al-Makassariy, Syekh Sayyid A. Rahim Assegaf Puang Makka.
Puang Ramma dikenal sebagai Mursyid Tarekat Khalwatiyah Syekh Yusuf Al-Makassariy pada masanya. Ia juga merupakan salah seorang pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Sulawesi Selatan.
Sementara itu, Mursyid Tarekat Khalwatiyah Syekh Yusuf Al-Makassariy, Syekh Sayyid A. Rahim Assegaf Puang Makka mengatakan haul merupakan momentum untuk mengenang hari wafat seseorang.
“Haul itu mengenang hari wafatnya seseorang,” ujar Puang Makka.
Bagi Puang Makka, sosok Puang Ramma memiliki posisi penting dalam perjalanan hidupnya. Selain sebagai ayahanda, Puang Ramma juga merupakan guru sekaligus mursyid yang membimbingnya.













