KabarMakassar.com – Pemerintah Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, mematangkan pendataan penerima manfaat program retribusi sampah gratis yang menjadi salah satu kebijakan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin.
Camat Rappocini, Yudistira Ekaputra Nugraha mengatakan perluasan program tersebut dilakukan secara bertahap sesuai arahan Wali Kota Makassar. Setelah sebelumnya pelanggan dengan daya listrik 450 VA dan 900 VA mendapat pembebasan retribusi, program tersebut akan diperluas kepada pelanggan dengan daya 900 VA mandiri dan 1.300 VA.
“Baru-baru ini kami rapat dengan Pak Wali Kota Makassar terkait pelayanan retribusi gratis ini. Tahun lalu yang gratis itu pelanggan 450 VA dan 900 VA. Untuk tahun ini, sesuai instruksi Pak Wali, akan ditingkatkan lagi,” kata Yudistira, Sabtu (05/09).
Menurut dia, di Kecamatan Rappocini terdapat sekitar 5.900 pelanggan yang telah masuk dalam cakupan program retribusi sampah gratis. Jumlah tersebut berpotensi bertambah sekitar 9.000 pelanggan setelah pembebasan retribusi diperluas untuk pelanggan 900 VA mandiri dan 1.300 VA.
“Kami sudah melakukan pendataan. Kalau dilihat dari dua kelompok daya listrik tersebut, akan ada kurang lebih 8.900 pelanggan lagi yang mendapatkan retribusi gratis. Jadi hampir 9.000 lagi,” ujarnya.
Yudistira menegaskan, pihaknya masih melakukan verifikasi ulang terhadap data calon penerima manfaat. Lurah diminta melakukan pengecekan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada warga yang terlewat maupun data yang tidak sesuai kondisi di lapangan.
“Saat ini baru dua kelurahan yang melakukan pendataan, yakni Mapala dan Gunung Sari. Kami berharap lurah-lurah kembali melakukan cross check data. Jangan sampai ada yang terlewat atau ada data yang tidak sesuai,” jelasnya.
Ia berharap program tersebut segera diluncurkan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat. Menurut Yudistira, kebijakan pembebasan retribusi tidak dapat diterapkan sekaligus kepada seluruh pelanggan karena berkaitan dengan kemampuan pengelolaan keuangan dan pelayanan persampahan.
“Program sampah gratis ini memang tidak bisa serta-merta langsung gratis semua, tetapi dilakukan secara bertahap,” katanya.
Yudistira menyebut, perluasan program tersebut diperkirakan memberikan nilai manfaat yang cukup besar bagi masyarakat.
“Kalau dihitung Rp20 ribu per SKRD, Alhamdulillah warga Rappocini menghemat hingga Rp2,1 miliar pertahun,” ujarnya.
Untuk penerima manfaat pelanggan 900 VA, lanjut Yudistira, jumlahnya berada di kisaran 5.113 pelanggan. Sementara tambahan dari kategori pelanggan lainnya diperkirakan mencapai sekitar 3.900 pelanggan.
“Untuk 900 VA penerima manfaatnya di kisaran 5.113 pelanggan, ditambah yang mandiri sekitar 3.900. Jadi kurang lebih 9.000 pelanggan nantinya yang mendapat retribusi gratis lagi,” ungkapnya.
Terkait waktu pelaksanaan, Yudistira mengatakan pembebasan retribusi bagi pelanggan 1.300 VA ditargetkan mulai diberlakukan dan diluncurkan bertepatan dengan rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Makassar.
“Rencananya akan diluncurkan pada saat HUT Kota Makassar,” tuturnya.
Yudistira mengatakan respons masyarakat terhadap program tersebut sejauh ini sangat positif. Warga, khususnya yang berada di kawasan kompleks perumahan dengan pelanggan daya 1.300 VA, disebut menyambut baik rencana perluasan pembebasan retribusi.
“Mereka menyambut gembira adanya perluasan iuran persampahan gratis. Di kompleks-kompleks yang selama ini menggunakan daya 1.300 VA, hampir seluruh masyarakatnya nanti akan mendapatkan layanan gratis,” katanya.
Kendati demikian, Yudistira menegaskan proses verifikasi data masih terus dilakukan. Pemerintah kecamatan memberikan waktu kepada para lurah untuk menyelesaikan pendataan dan memastikan seluruh calon penerima manfaat benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Kami berharap data riil bisa segera kembali. Kami sudah meminta para lurah untuk melakukan pengecekan dan kami beri waktu sekitar satu minggu agar datanya bisa dirampungkan,” pungkasnya.













