kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

LPK Sulsel Soroti Dugaan Pemotongan Dana BOK di Puskesmas Tarowang

LPK Sulsel Soroti Dugaan Pemotongan Dana BOK di Puskesmas Tarowang
Puskesmas Tarowang. (ist).

KabarMakassar.com — Dugaan praktik pungutan liar (pungli) kembali menerpa institusi pelayanan kesehatan di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Kali ini, dugaan pemotongan anggaran mencuat pada pengelolaan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) sebesar 20 persen di Puskesmas Tarowang.

Dugaan tersebut dibeberkan langsung, Ketua Lembaga Pemberantasan Korupsi (LPK) Sulsel, Hasan Anwar, saat pada Kamis malam (25/6).

Hasan Anwar mengungkapkan bahwa dirinya menerima aduan langsung dari sejumlah tenaga kesehatan (nakes) yang mengeluhkan kebijakan sepihak dari Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas (Kapus) Tarowang yang meminta potongan 20 persen dari setiap kegiatan program dana BOK.

“Ini lebih parah punglinya kapus, ada banyak nakes di jadikan sapi perah,” ujar Hasan Anwar.

Mirisnya, dugaan pemotongan dana BOK ini mencuat di tengah kasus dugaan pungli program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang saat ini perkaranya masih sementara bergulir di Kejaksaan Negeri Jeneponto.

Sehingga Ia menilai bahwa dugaan pungli dana BOK di Puskesmas Tarowang justru semakin mengkhawatirkan karena menargetkan potongan hingga 20 persen di setiap kegiatan program kerja.

“Ini pelanggaran luar biasa jika nakes di jadikan sapi perah dan tentunya mencederai Slogan BAHAGIA,” terangnya.

Atas dasar temuan dan aduan tersebut, Hasan Anwar selaku Ketua LPK Sulsel meminta Bupati Jeneponto untuk segera mengevaluasi kinerja dan jika perlu mencopot Plt Kapus Tarowang dari jabatannya.

Selain kepada Bupati, ia juga mendesak pihak Kejaksaan Negeri Jeneponto agar tidak menutup mata dan segera mengusut tuntas indikasi kebocoran anggaran negara ini.

Di sisi lain, Plt Kepala Puskesmas Tarowang, Rosmiati, membantah keras seluruh tudingan yang dialamatkan kepada dirinya.

Saat dikonfirmasi via pesan singkat, Rosmiati menegaskan bahwa pihak manajemen puskesmas tidak pernah melakukan pemotongan anggaran dana BOK sepeser pun.

“Tabe dek, tidak ada pungli 20 persen dana BOK, silahkan turun langsung ke puskesmas,” tulis Rosmiati melalui pesan WhatsApp.

Selain menepis adanya isu pemotongan manual, Rosmiati juga mengklarifikasi isu miring mengenai adanya aliran dana gelap yang masuk ke rekening pribadinya terkait dana program kesehatan tersebut.

“Tidak transferan ke saya dek,” pungkasnya.

error: Content is protected !!