kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Legislator PKS Makassar Potong Gaji untuk Korban Bencana Sumatera-Aceh

Legislator PKS Makassar Potong Gaji untuk Korban Bencana Sumatera-Aceh
Anggota DPRD Makassar, Andi Ibrahim Baso, (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi PKS mengambil langkah cepat dan konkret membantu korban bencana banjir di Sumatera dan Aceh dengan memotong gaji sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan.

Aksi tersebut dilakukan serentak oleh seluruh legislator PKS di Indonesia sesuai instruksi presiden partai.

Anggota DPRD Makassar, Andi Ibrahim Baso, mengungkapkan bahwa kebijakan pemotongan gaji ini melibatkan lebih dari seribu anggota dewan PKS di berbagai daerah. Tujuannya agar bantuan dapat terkumpul lebih besar dan segera disalurkan kepada masyarakat yang terdampak.

“Alhamdulillah, kami di Makassar sudah memotong gaji begitu gajian kemarin. Ini instruksi pusat, dan ada seribu lebih anggota dewan di Indonesia yang melakukan hal yang sama,” ujarnya, Selasa (09/12).

Di Kota Makassar sendiri, total donasi yang terkumpul dari pemotongan gaji anggota dewan PKS mencapai lebih dari Rp100 juta.

Dana tersebut kemudian diserahkan kepada DPW PKS Sulsel untuk digabungkan dengan bantuan dari kabupaten/kota lainnya sebelum disalurkan oleh DPP PKS ke lokasi bencana.

“Dana yang terkumpul lebih dari seratus juta. Sudah kami serahkan ke tingkat wilayah untuk diteruskan ke pusat,” jelas Andi Ibrahim.

Secara nasional, total donasi dari gerakan pemotongan gaji ini telah mencapai angka miliaran rupiah. Bantuan tersebut telah disalurkan kepada warga di Sumatera dan Aceh melalui jaringan relawan PKS yang berada di lapangan.

Andi Ibrahim menegaskan bahwa aksi kemanusiaan tersebut menunjukkan bahwa PKS Makassar tidak ingin solidaritas hanya berhenti pada ucapan atau seremoni, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan dampak langsung bagi para penyintas.

“Insyaallah, bantuan ini dapat meringankan beban warga yang menjadi korban. Dan semoga daerah-daerah kita di Indonesia dijauhkan dari bencana serupa,” Pungkasnya.

Gerakan ini menjadi salah satu bentuk komitmen PKS untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama ketika musibah melanda, sekaligus memperkuat budaya gotong royong dalam menghadapi situasi krisis.

“Tentu kita tidak ingin ini hanya sekedar bicara, kita mau bahwa ini bisa menjadi gerak nyata untuk membantu saudara-saudara kita,” Pungkasnya.

error: Content is protected !!