KabarMakassar.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mencatat progres signifikan dalam pembenahan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa atau TPA Antang.
Hingga awal Agustus 2026, sebanyak 93 persen area terbuka telah berhasil ditutup menggunakan tanah sebagai bagian dari transformasi pengelolaan sampah menuju sistem controlled landfill sesuai arahan Kementerian Lingkungan Hidup.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Ferdy Mochtar, mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa penanganan area bekas open dumping telah melampaui target yang ditetapkan pemerintah pusat. Penutupan dilakukan dengan metode terasering dan pemasangan membran untuk meminimalkan dampak lingkungan.
“Sebagian besar itu sudah kita dapatkan 93 persen area yang sudah ditutupi tanah, termasuk juga dengan sistem terasering yang menggunakan membran,” ujar Ferdy, di TPA Antang, Selasa (4/8).
Menurutnya, penggunaan sistem terasering dan membran merupakan rekomendasi teknis dari Kementerian Lingkungan Hidup agar timbunan sampah tidak lagi terbuka sekaligus mempercepat perubahan sistem pengelolaan menuju controlled landfill.
Ia menjelaskan, dari keseluruhan kawasan TPA, kini hanya tersisa area aktif untuk penanganan sampah residu harian. Luasnya sekitar dua sel atau kurang lebih 8.000 meter persegi yang masih digunakan sebagai zona operasional.
“Kalau dari standar nasional, paling tidak hanya 10 persen yang menjadi zona aktif. Kita sudah mencapai 93 persen, sehingga tinggal area penanganan sampah residu harian sekitar dua sel atau kurang lebih 8.000 meter persegi,” jelasnya.
Ferdy menerangkan, sampah residu yang masuk setiap hari akan dipadatkan sebelum ditutup kembali menggunakan tanah timbunan secara berkala. DLH juga telah menyiapkan cadangan tanah timbunan untuk memastikan proses tersebut berjalan rutin.
“Kalau sampahnya sudah penuh, kita padatkan lalu kita tutup menggunakan tanah timbunan. Stok tanah juga sudah kami siapkan sehingga tinggal dilakukan penyebaran sesuai kebutuhan,” katanya.
Selain penutupan tanah, area timbunan juga diperkuat menggunakan membran plastik sebagai bagian dari sistem terasering. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko longsor saat musim hujan sekaligus membatasi timbunan sampah tetap terbuka.
Ferdy memastikan tahapan penutupan sistem open dumping telah selesai. Saat ini, pembenahan difokuskan pada pengelolaan sampah residu harian agar tetap mengikuti pola controlled landfill.
“Kalau dari sisi penutupan sistem open dumping sudah selesai. Tinggal penanganan sampah hariannya, dan itu juga sudah kami laporkan ke Gakkum,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pembenahan TPA Antang juga dibarengi dengan pemanfaatan gas metana yang dihasilkan dari timbunan sampah. Gas tersebut kini telah dimanfaatkan oleh masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan TPA.
“Alhamdulillah kita bisa melaksanakan pembenahan sebaik mungkin. Tentu masih ada kekurangan yang terus kami benahi. Gas metana juga sudah dimanfaatkan oleh warga sekitar,” tukas Ferdy.













