KabarMakassar.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kinerja sektor jasa keuangan di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menunjukkan tren yang positif.
Hingga 2026, pertumbuhan kredit perbankan di daerah tersebut mencapai 7,25 persen secara tahunan, sementara rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) tetap terjaga pada level 1,57 persen.
Kepala OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, mengatakan capaian tersebut mencerminkan aktivitas ekonomi masyarakat masih tumbuh dan didukung kondisi perbankan yang sehat.
“Ini menunjukkan sektor usaha di Sidrap masih sehat dan perbankan tetap optimistis menyalurkan pembiayaan,” ujar Muchlasin saat audiensi bersama Bupati Kabupaten Sidrap Syahruddin, Selasa (7/7).
Menurutnya, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah dengan pertumbuhan sekitar 21,2 persen. Selain itu, industri peternakan unggas, khususnya ayam petelur, dinilai memiliki prospek besar untuk terus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.
OJK, lanjut Muchlasin, akan terus memperkuat dukungan terhadap penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui pendampingan, bimbingan teknis, serta koordinasi bersama pemerintah daerah agar akses pembiayaan bagi pelaku usaha semakin luas.
Sementara itu, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif meminta dukungan OJK, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan perbankan untuk memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat yang memiliki usaha produktif namun masih mengalami keterbatasan modal.
“Kami berharap OJK bersama perbankan terus memperluas akses pembiayaan, termasuk mendukung pembangunan gudang penyimpanan hasil produksi dan pembinaan UMKM agar mampu naik kelas,” kata Syaharuddin.
Ia menjelaskan Pemerintah Kabupaten Sidrap juga terus meningkatkan literasi keuangan masyarakat melalui edukasi penggunaan layanan perbankan digital dan transaksi berbasis QRIS sebagai bagian dari upaya memperkuat inklusi keuangan.
Dalam pertemuan yang turut dihadiri Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Selatan dan LPS Sulawesi Selatan itu, Kepala Kanwil DJPb Sulsel Hari Utomo mengungkapkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Sidrap telah mencapai sekitar Rp407 miliar kepada lebih dari 5.700 pelaku usaha.
“Kami berharap sinergi antara pemerintah daerah, DJPb, OJK, dan LPS terus diperkuat agar tata kelola keuangan semakin baik, literasi keuangan meningkat, dan ekonomi daerah terus tumbuh,” ujar Hari Utomo.
Di sisi lain, Kepala LPS Sulsel Fuad Zaen menyebut masyarakat Sidrap masih memiliki kecenderungan berinvestasi emas dibandingkan menabung di perbankan. Meski demikian, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sektor swasta di Sidrap tercatat mencapai sekitar 33 persen, menjadi salah satu yang tertinggi di daerah.
“LPS bersama OJK siap terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam meningkatkan literasi keuangan dan memperkuat sistem keuangan daerah,” kata Fuad.
