kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Kisah Tukang Becak Naik Haji Menginspirasi Kapolres Jeneponto

Kisah Tukang Becak Naik Haji Menginspirasi Kapolres Jeneponto
Kapolres Jeneponto, AKBP Widi Setiawan saat mengunjungi kediaman Ramli di Dusun Bungung Carammeng, Desa Samataring, Kecamatan Kelara (Dok : Ist).

KabarMakassar.com – Kisah penuh haru dan inspirasi datang dari sepasang suami istri di Dusun Bungung Carammeng, Desa Samataring, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Kisah tersebut ditunjukkan oleh seorang tukang becak bernama Ramli Bin Yusuf (55) bersama istrinya, Bone Binti Saing (50). Keduanya menjadi perhatian publik karena keberhasilannya mewujudkan impiannya berangkat haji tahun ini.

Bukan tanpa perjuangan, Ramli selama puluhan tahun mengayuh becak demi menabung sedikit demi sedikit untuk menunaikan rukun Islam kelima. Tekad dan kesabaran yang luar biasa ini pun menginspirasi banyak orang, termasuk Kapolres Jeneponto, AKBP Widi Setiawan.

“Saya berkunjung ke rumahnya Pak Ramli, beliau ini salah satu calon Jamaah Haji dari Jeneponto. Saya ingin belajar dari beliau. Beliau ini berprofesi sebagai pengemudi becak yang punya niat besar untuk bisa menjalankan ibadah haji dan sudah menabung puluhan tahun,” tutur AKBP Widi dalam kunjungannya belum lama ini.

Kapolres mengaku tersentuh dengan semangat Ramli yang tidak goyah meski berada dalam keterbatasan ekonomi. Menurutnya, kisah Ramli menjadi pengingat bagi semua orang bahwa dengan niat yang kuat dan usaha yang tulus, tidak ada yang mustahil.

“Alhamdulillah, dengan niat besar dan keyakinan, pada tanggal 29, beliau berangkat untuk menunaikan Ibadah Haji di tanah suci. Kita doakan semoga beliau diberikan kemudahan, kelancaran, kesehatan, sehingga bisa melaksanakan ibadah haji dengan baik dan pulang dengan selamat serta menjadi haji yang mabrur,” tambahnya.

Kunjungan AKBP Widi tak hanya sebagai bentuk penghormatan, tetapi juga sebagai momentum refleksi. Ia bahkan sempat berkelakar, “Nah, doakan kita-kita juga Pak, semoga bisa menyusul. Pak desa juga dan tetangga-tetangga, semoga diberikan keberkahan dan rahmat dari Allah SWT.”

Kisah Ramli bukan hanya tentang keberangkatan haji, tapi juga tentang kekuatan mimpi, keikhlasan bekerja, dan keteguhan hati. Ia membuktikan bahwa haji bukan hanya milik orang berada, tapi juga bagi siapa pun yang bersungguh-sungguh dan bertawakal kepada Allah.

Semoga kisah ini menjadi penyemangat bagi banyak orang untuk terus berusaha, berdoa, dan percaya bahwa Allah tak pernah menutup jalan bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh.

error: Content is protected !!