Indeks
News  

Kemenag Rilis Aplikasi AMAN dan Gernas RANA Cegah Kekerasan Anak

Kemenag Rilis Aplikasi AMAN dan Gernas RANA Cegah Kekerasan Anak
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar. (Dok; Ist)

KabarMakassar.comKementerian Agama (Kemenag) terus memperkuat perlindungan anak di lingkungan pendidikan keagamaan melalui Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (Gernas RANA).

Sebagai bagian dari langkah nyata gerakan ini, Kemenag menghadirkan Aplikasi Manajemen Aduan Anti Kekerasan (AMAN) sebagai kanal resmi pelaporan dugaan kekerasan.

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, menegaskan bahwa setiap anak berhak memperoleh lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk ancaman.

“Melalui Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak, kami ingin memastikan setiap anak dapat tumbuh, belajar, dan berkembang dalam lingkungan yang aman serta terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan,” ujar Thobib dalam keterangan, Rabu (22/7).

Masyarakat kini dapat mengakses kanal pengaduan ini secara daring melalui laman resmi https://aman.kemenag.go.id/.

Aplikasi AMAN dirancang sebagai sarana ramah pengguna bagi santri dan siswa, orang tua/wali murid, tenaga pendidik dan masyarakat umum

Melalui platform ini, publik dapat melaporkan berbagai indikasi pelanggaran maupun dugaan kekerasan, baik kekerasan fisik, seksual, hingga tindak kekerasan berbasis digital yang terjadi di lingkungan pendidikan keagamaan.

Thobib memastikan setiap laporan yang masuk akan ditangani secara profesional dengan mengedepankan prinsip keadilan serta perlindungan penuh terhadap pelapor.

“Setiap laporan ditangani dengan mengedepankan perlindungan korban, menjaga kerahasiaan pelapor, serta memastikan proses penanganan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Selain menyediakan platform aduan digital, Kemenag juga memperkuat benteng perlindungan anak melalui pendekatan sistemik dan edukatif. Beberapa langkah strategis yang dijalankan antara lain penguatan regulasi, kurikulum berbasis cinta, lingkungan ramah anak dan penanganan berorientasi pemulihan.

Thobib turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak ragu bersuara jika melihat atau mengindikasikan adanya tindakan kekerasan di lembaga pendidikan.

“Satu laporan dapat menyelamatkan banyak anak. Mari bersama-sama kita wujudkan ruang belajar yang aman, penuh kasih, dan melahirkan generasi Indonesia yang cerdas, berakhlak, serta bermartabat,” pungkasnya.

error: Content is protected !!
Exit mobile version