KabarMakassar.com — Program Intensif Pemberdayaan Masyarakat terintegritas dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Ditjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, sangat membantu para ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok penjahit Dorkas di Kelurahan Kapasa, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.
Kelompok Penjahit Dorkas ini mengaku kesulitan dan memiliki kendala dalam mejalankan usaha mereka, pesanan banyak tetapi para ibu hanya memiliki 1 mesin jahit saja, sementara kelompok Dorkas terdiri dari 6 orang.
Para dosen dari Kampus Universitas Kristen Indonesia Paulus (UKIP) Makassar sebagai pelaksana dari kegiatan Program Insentif Pemberdayaan Masyarakat terintegrasi dengan MBKM Ditjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi antara lain, Dr Liberthin Palullungan, S.H.,M.H. Eltrit Bima Fitrian,S.Si.,M.Si, Djusniati Rasinan, S.E.,M.Si.
Dr Liberthin Palulungan mengatakan jika selain diberi bantuan pengetahuan hukum untuk mendukung usaha mereka yang berkaitan dengan perjanjian dengan konsumen. Para Ibu-ibu ini juga diberi pemahaman serta tambahan kursus agar semakin mahir dalam menjahit model pakaian yang lain seperti seperti dress atau rok blus.
"Ibu-ibu dari Kelompok Penjahit Dorkas ini kami beri bantuan 5 mesin jahit baru, jadi tidak hanya sekedar membantu dalam pemahaman soal pengetahuan soal hukum jika mendapatkan konsumen yang terikat dengan perjanjian kerjasamanya, tetapi kita dukung dengan tambahan peralatan menunjang usaha mereka," ujar Dr Liberthin saat dikonfirmasi KabarMakassar.com, Rabu (21/12).
Untuk diketahui jika para penjahit di Kapasa ini ternyata menjahit baju-baju adat Toraja. Menariknya sudah banyak pesanan dari konsumen tetapi mereka belum terlalu menguasai peletakan motif-motif Toraja.
"Hal ini perlu kita bekali kepada ibu-ibu penjahit disini, pentingnya karena ada hukum yang terkandung dalam motif-motif dari baju khas daerah itu," tambah Dr Liberthin.
Ketua Penjahit Dorkas yakni Sherly Sambuari mengaku bersyukur atas bantuan melalui program yang diberikan kepada ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok penjahit. Hal tersebut menjadi motivasi bagi mereka untuk terus mengembangkan usahanya.
"Kami sangat-sangat bersyukur dari sini kami mendapatkan tambahan pengetahuan hukum, terlebih lagi ada bantuan mesin jahit sehingga kami bisa menerima lebih banyak jahitan, pendapatan kami akan bertambah. Terima kasih kepada para dosen dari Kampus UKI Paulus Makassar," pungas Sherly Sambuari yang mewakili kelompok penjahit Dorkas.
Pelaksana kegiatan memberikan 4 unit buah mesin jahit bersama dengan beberapa bahan yang dibutuhkan selama kursus, dan memberikan pemahaman hukum dan pemahaman peletakan motif-motif toraja pada baju lewat workshop serta mengadakan kursus singkat.
Selain itu, ada juga melibatkan dua mahasiswa dari Fakultas Hukum UKIP Makassar antara lain, Lelly Auxilia Lotte dan Gledis Marselina WR.Lapod. Kedua mahasiswa tersebut menyampaikan rasa syukurnya ketika dilibatkan bersama dosennya dalam membantu usaha para Kelompok Penjahit yang dilakukan oleh para ibu.
Dengan adanya Program Insentif Pemberdayaan Masyarakat Terintegrasi dengan MBKM berbasis kinerja IKU yaitu Kegiatan Kemandirian Masyarakat (KKM) hibah dari Ditjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi yang dalam hal ini dilaksanakan Dr. Liberthin Palullungan, S.H.,M.H. Eltrit Bima Fitrian,S.Si.,M.Si, Djusniati Rasinan , S.E.,M.Si. maka kendala yang dialami bisa teratasi.













