kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Kasus Pemukulan Petugas Dishub oleh Jukir Masuk Babak Baru, Rheza: Harus Jadi Peringatan

Kasus Pemukulan Petugas Dishub oleh Jukir Masuk Babak Baru, Rheza: Harus Jadi Peringatan
Kepala Dishub Makassar, Muhammad Rheza, (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com – Kasus pemukulan terhadap petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar oleh dua juru parkir (jukir) liar di depan Gedung Celebes Convention Center (CCC) pada Minggu (10/08) sore memasuki babak baru.

Kepala Dishub Makassar, Muhammad Rheza, menegaskan bahwa proses hukum terhadap pelaku tidak boleh berhenti di tengah jalan dan harus menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang coba menghalangi tugas negara.

Insiden bermula saat petugas Dishub menertibkan arus lalu lintas di kawasan CCC. Petugas menegur jukir yang memarkir kendaraan di badan jalan karena menyebabkan kemacetan. Teguran itu justru berujung keributan, bahkan pemukulan, hingga dua pelaku akhirnya diamankan polisi.

“Informasi dari Polrestabes, kedua pelaku sudah ditahan. Prosesnya akan berjalan, kemungkinan segera dilimpahkan ke kejaksaan. Jadi ini sudah masuk babak baru, kita tunggu saja bagaimana kelanjutan prosedurnya,” kata Rheza, Jumat (21/08).

Menurutnya, Dishub tetap teguh pada laporan yang diajukan dan tidak akan menarik kasus ini. Rheza menegaskan, jika kejadian serupa dibiarkan, maka praktik premanisme di jalanan akan semakin sulit diberantas.

“Saya sudah bilang ke anggota, jangan pernah takut. Kita tidak salah, karena kita sedang menjalankan tugas negara. Kalau kita biarkan, orang-orang seperti itu akan terus berani. Sampai kapan negara ini mau berubah kalau aturan selalu ditinggalkan?” tegasnya.

Rheza juga menekankan bahwa kasus ini bukan sekadar soal kekerasan terhadap petugas, melainkan menyangkut kewibawaan pemerintah dan kepastian hukum.

Ia menyebut langkah cepat kepolisian dalam melakukan penahanan patut diapresiasi, namun yang lebih penting adalah memastikan prosesnya berlanjut hingga tuntas.

“Alhamdulillah polisi bergerak cepat. Sekarang tinggal bagaimana kita kawal agar kasus ini tidak berhenti di tengah jalan. Ini harus jadi contoh. Kalau ada yang menghalangi tugas negara, maka harus ada sanksi. Itu bukan bisa dinegosiasikan, tapi wajib,” ujarnya.

Dishub Makassar juga menegaskan akan terus memperketat pengawasan terhadap jukir liar di sejumlah titik rawan kemacetan. Rheza menilai, keberanian jukir melawan petugas merupakan gambaran bahwa penegakan aturan di lapangan harus lebih tegas dan konsisten.

“Ini jadi momentum bagi kita untuk memperbaiki tata kelola parkir. Sekali lagi, negara tidak boleh kalah di jalanan. Kalau kita diam, maka kewibawaan pemerintah bisa runtuh,” pungkasnya.

error: Content is protected !!