Indeks

Karhutla di Sumare Mamuju, Villa Mantan Gubernur Sulbar Nyaris Terbakar

Karhutla di Sumare Mamuju, Villa Mantan Gubernur Sulbar Nyaris Terbakar
Kebakaran hutan dan lahan yang nyaris membakar villa mantan Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh di Desa Sumare. (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali melanda kawasan perbukitan di Desa Sumare, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), pada Minggu (19/7).

Kabid Damkar dan Penyelamatan Sulbar, Andi Juandi, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga mengenai titik api sekira pukul 11:00 WITA.

Diketahui, villa milik mantan Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh nyaris ikut terbakar.

“Penyebab terjadinya kebakaran lahan belum diketahui secara pasti, apakah disengaja atau ditimbulkan oleh alam. Namun, kita tahu pasti di musim kemarau ini potensi kebakaran sangat mudah terjadi, apalagi ditambah angin yang kencang membuat api merambat cepat,” kata Andi Juandi saat diwawancara via WhatsApp, Senin (20/7).

Proses pemadaman sempat terkendala karena titik api berada di atas area perbukitan yang terjal. Selain akses medan yang sulit, jarak pengisian air yang cukup jauh dari lokasi kejadian juga menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.

Meski begitu, kolaborasi cepat antar-unsur di lapangan berhasil mengendalikan situasi sebelum api meluas ke area permukiman maupun bangunan sekitar.

“Kami bersama Manggala Agni dan masyarakat setempat berjibaku kurang lebih satu jam untuk melakukan pemadaman, yang nyaris saja membakar villa mantan Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh,” ungkapnya.

Mengantisipasi kejadian serupa, pihak Pemadam Kebakaran mengimbau kepada seluruh masyarakat Sulawesi Barat, khususnya di Kabupaten Mamuju, untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun.

“Musim kemarau begini sangat mudah berpotensi menimbulkan kebakaran. Ditambah lagi hembusan angin kencang yang bisa dengan cepat merambat, sehingga memicu api yang lebih besar,” imbaunya.

Masyarakat juga diminta untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang atau petugas Damkar terdekat apabila menemukan tanda-tanda kemunculan titik api di wilayah mereka agar bisa segera ditangani.

error: Content is protected !!
Exit mobile version