KabarMakassar.com — Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenham) Sulawesi Selatan menggelar Sosialisasi dan Koordinasi Pengisian Aplikasi Penilaian Risiko Indikasi Pelanggaran (PRISMA) HAM.
Kegiatan ini untuk mendorong sinergi dengan sektor swasta dalam penguatan prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia (HAM) di dunia usaha yang dilaksanakan di PT Tirta Sukses Perkasa (produsen air minum dalam kemasan Club), Jumat (08/08) kemarin.
Dalam kegiatan tersebut, tim Kemenham Sulsel menyampaikan penjelasan komprehensif mengenai peran strategis Aplikasi PRISMA dalam membantu perusahaan mengidentifikasi dan mengelola potensi risiko pelanggaran HAM dalam operasional mereka.
Dalam sesi diskusi, dibahas manfaat PRISMA dalam memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi, serta memperkuat citra perusahaan sebagai entitas bisnis yang bertanggung jawab secara sosial dan etis.
Tim juga menjelaskan alur teknis pengisian aplikasi, mulai dari penyusunan surat permohonan akses, proses login dan konfirmasi akun, pengisian profil perusahaan dan penanggung jawab (PIC), hingga pelaksanaan assessment mandiri yang mencakup 12 kategori pertanyaan berbasis HAM.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Sulawesi Selatan, Daniel Rumsowek, menyampaikan apresiasinya atas partisipasi aktif perusahaan dalam mendukung pelaksanaan PRISMA:
“Kami mengapresiasi langkah PT Tirta Sukses Perkasa yang telah menunjukkan komitmen tinggi terhadap penghormatan HAM dalam dunia usaha,” ujar Daniel dalam keterangan tertulis, Minggu (10/08).
Daniel berharap seluruh jajarannya untuk terus menunjukkan peran aktifnya dalam membangun kesadaran dan kapasitas pelaku usaha untuk menginternalisasi prinsip HAM dalam praktik bisnis mereka, sejalan dengan semangat P5HAM (Penghormatan, Pelindungan, Pemenuhan, Penegakan, dan Pemajuan HAM).
“Melalui PRISMA, kami berharap perusahaan tidak hanya melihat kepatuhan hukum sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang dalam menciptakan ekosistem bisnis yang adil, aman, dan berkelanjutan. Kolaborasi seperti inilah yang menjadi fondasi kuat bagi pembangunan ekonomi yang berbasis pada nilai-nilai kemanusiaan,” pungkasnya.














