KabarMakassar.com — Sebanyak 392 jemaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 7 Embarkasi Makassar tiba di tanah air pada Senin (16/06).
392 jemaah haji kloter 7 terdiri dari 264 jemaah asal Kabupaten Sidrap, 112 asal Kepulauan Selayar dan 9 jemaah Kota Makassar serta 7 orang petugas.
Bupati Kabupaten Sidrap, Syahruddin Alrif menyampaikan pujian dan ucapan terima kasih kepada Menteri Agama RI, Prof. KH. Nasaruddin atas perhatiannya kepada jemaah haji Indonesia, khususnya kloter 7 Embarkasi Makassar.
“Saya atas nama Pemerintah Daerah Kabuparen Selayar, Kota Makassar dan Kabupaten Sidrap, serta atas nama seluruh jemaah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Anre Gurutta Menteri Agama. Prof, Nasaruddin Umar, atas perhatiannya yang sungguh luar biasa kepada jemaah haji kloter 7,” ucapnya.
Sebelumnya, Menteria Agama, melepas langsung keberangkatan jemaah haji kloter 7 dari Bandara Jeddah menuju ke Makassr.
“Sungguh perhatian yang luar biasa, dan ini menjadi sejarah buat Sulsel, karena jemaah kita dilepas langsung oleh Anre Gurutta Menteri Agama RI,” bebernya.
Syahruddin yang menjemput langsung jemaah kloter 7 hingga ke tangga pesawat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada PPIH embarkasi Makassar, atas layanan yang diberikan kepada jemaah haji, baik pada saat pemberangkatan maupun pemulangan ke tanah air.
“Terima kasih kepada jajaran Kemenag Sulsel dan seluruh PPIH embarkasi Makassar, juga UPT Asrama haji atas pelayanannya kepada jemaah. Asram Haji Makassar adalah asrama terbaik di Indonesia Timur, baik dari fasilitas dan layanannya,” pungkasnya.
Kabid Lansia dan Disabilitas PPIH embarkasi Makassar, Abdul Gaffar berpesan kepada jemaah agar mejaga kemabruran hajinya dengan rajin beribadah, dan memberi keteladanan kepada masyarakat sekitar.
“Bapak ibu, para tamu-tamu Allah diharap senantiasa menjaga kemabruran hajinya. Harus ada perubahan sikap, perubahan dalam beribadah, temasuk ibadah sosialnya, karena mendapatkan predikat haji itu perjuangannya sungguh luar biasa,” imbaunya.
“Jadilah teladan bagi masyarakat sekitar, sehingga apa yang menjadi harapan Bapak Bupati untuk menjadikan Sidrap sebagai kabupaten yang masyarakatnya religius dapat tercapai,” pungkasnya
Diketahui kloter 7 ini tidak utuh kembali ke tanah air karena ada satu jemaah haji asal Kabupaten Sidrap yang wafat di Tanah Suci, Tahala Bassennang Bode usia 86 tahun.
“Semoga pahala hajinya diterima dan mendapatkan balasan surga dari Allah SWT,” ujar Abdul Gaffar mengakhiri sambutannya dengan mengajak jemaah membaca surah Al Fatihah untuk almarhumah.
