KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur (Pemkab Lutim) tengah menyiapkan langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengusulan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Rencana ini diinisiasi bersama tim Direktorat Kerjasama dan Pengelolaan Usaha (DKPU) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang kini tengah menyusun studi kelayakan wilayah calon KEK di Luwu Timur.
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap rencana pembentukan kawasan ekonomi khusus tersebut.
Dia menilai KEK akan menjadi motor penggerak investasi baru sekaligus memperkuat struktur ekonomi daerah yang selama ini ditopang sektor pertambangan dan industri pengolahan.
“Kami sangat mendukung langkah ini karena sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk mendorong kemajuan investasi dan pertumbuhan ekonomi di Luwu Timur,” tutur Irwan.
Dia juga menyampaikan apresiasi atas keterlibatan ITS dalam menyiapkan kajian teknis dan survei lapangan di wilayah Malili yang menjadi lokasi potensial pengembangan KEK.
Irwan berharap hasil studi kelayakan dapat menjadi dasar kuat bagi pemerintah pusat dalam menetapkan kawasan tersebut sebagai KEK resmi di Sulawesi Selatan.
Sementara itu, perwakilan DKPU ITS, Adi Nugroho, menjelaskan bahwa penyusunan studi kelayakan ini mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Provinsi Sulsel.
“Kami sangat bersyukur karena Bupati Luwu Timur memberikan dukungan penuh terhadap proses ini. Besok kami akan melakukan kunjungan dan survei lapangan di beberapa titik di Malili,” jelas Adi Nugroho.
Adi menambahkan, Luwu Timur menjadi satu-satunya daerah di Sulawesi Selatan yang saat ini tengah disiapkan untuk penyusunan studi kelayakan kawasan ekonomi khusus.
Langkah ini diharapkan membuka peluang investasi strategis di sektor industri dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, keberadaan KEK akan memperkuat posisi Luwu Timur sebagai pusat industri dan hilirisasi di kawasan timur Indonesia.
