KabarMakassar.com — Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar, Hartono, menegaskan pembangunan infrastruktur di Kota Makassar harus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, bukan sekadar menggugurkan kewajiban program pemerintah.
Hal itu disampaikannya setelah mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat kelurahan di Dapilnya.
Menurut Hartono, aspirasi masyarakat masih didominasi usulan pembangunan infrastruktur, terutama jalan dan drainase.
“Selama Musrenbang, usulan masyarakat masih didominasi jalan dan drainase. Itu wajar, tapi pola pikir perencanaan ke depan tidak boleh berhenti di urusan fisik saja,” ujar Hartono, Jumat (16/01).
Legislator dari daerah pemilihan Makassar IV yang meliputi Kecamatan Panakkukang dan Manggala itu menyebut, selain infrastruktur dasar, pemerintah kota perlu mulai mendorong pembangunan ekonomi, penguatan UMKM, serta peningkatan pendapatan masyarakat dalam perencanaan pembangunan tahun 2027.
Hartono juga mendorong DPRD Kota Makassar bersama pemerintah kota menyusun peta infrastruktur yang terukur dan berkelanjutan. Menurutnya, pemetaan detail ruas jalan dan sistem drainase per kecamatan penting agar pembangunan tidak tumpang tindih.
“Harus jelas, satu kecamatan punya berapa ruas jalan, panjangnya berapa, progresnya sampai tahun berapa. Jangan ada jalan yang dikerja berkali-kali, sementara wilayah lain tidak pernah tersentuh,” tegasnya.
Selain jalan, Hartono menyoroti sistem drainase yang dinilai belum efektif mengatasi banjir. Ia menilai banyak drainase dibangun secara parsial dan tidak terkoneksi dengan saluran sekunder, sehingga fungsinya tidak maksimal.
“Banyak drainase hanya ratusan meter dan buntu. Seharusnya saluran itu tembus agar bisa mengalir dengan baik. Pembangunan jalan dan drainase juga harus berjalan bersamaan, jangan salah satu saja,” katanya.
Menurut Hartono, pembangunan infrastruktur harus dirancang untuk menyelesaikan persoalan nyata yang dihadapi warga, bukan sekadar menunjukkan bahwa pemerintah telah bekerja.
“Pemerintah membangun bukan untuk terlihat bekerja, tapi untuk menyelesaikan masalah warga. Itu kata kuncinya,” pungkasnya.
