KabarMakassar.com — Puluhan siswa sekolah dasar (SD) mengikuti lomba mewarnai pada hari kedua pelaksanaan Festival Aksara Lontaraq (Falaq) III, di Lantai II Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat, (14/10).
Penanggung Jawab Lomba Mewarnai, Yenisfu mengatakan, kegiatan ini diikuti oleh 46 peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
"Ada 46 peserta yang ikut mewarnai dari beberapa kabupaten/kota seperti Makassar, Takalar, Maros dan Luwu Timur. Peserta yang ikut itu anak sekolah SD dari kelas 1 sampai kelas 3," ungkapnya.
Uniknya, berbeda dari lomba mewarnai biasanya yang menggunakan media kertas atau kanvas, kali ini panitia mengadakan lomba mewarnai dengan media kipas dengan motiv aksara lontaraq.
Ide lomba ini dikatakan Yenisfu sebagai representasi Sulawesi Selatan dengan tarian yang terkenalnya yakni tari Anging Mammiri.
"Lomba mewarnai ini dengan media kipas karena sesuai dengan tarian Anging mammiri yang menggunakan kipas dan ada tulisan lontaraq supaya anak-anak bisa mengenal dan belajar bahasa lontaraq," bebernya.
Bupati Luwu Timur, Budiman yang menyempatkan diri meninjau pelaksanaan lomba mengapresiasi digelarnya Falaq III ini.
"Sangat luar biasa, tentu kegiatan seperti ini kita berharap bisa rutin dilaksanakan setiap tahun, sebagai wujud kemajuan sebuah bangsa terkait dengan literasi yah," ungkapnya.
Sementara itu, salah satu peserta lomba mewarnai, Tyara (7th) dari SD Mangkura 2, Kota Makassar merasa sangat senang bisa terlibat dalam kegiatan ini.
"Rasanya senang, seru. Tadi dikasi warna merah, biru sama kuning. Terus diwarnai kipasnya," ucapnya.
Tidak hanya itu, Tyara mengatakan, ia dan peserta lainnya dilatih dalam memadukan warna primer sehingga dapat menciptakan warna baru.
"Dicampur warna kuning, biru, merah supaya jadi banyak warna," pungkasnya. (ASRI/ADEL).













