KabarMakassar.com — Bakal Calon Wali Kota Makassar Andi Seto Asapa terus mendapat dukungan dari berbagai kalangan. Kali ini, Andi Seto atau disapa ASA mendapat dukungan dari organisasi kemasyarakatan atau Ormas Garda Bela Negara Nusantara (GBNN) Sulawesi Selatan (Sulsel).
Dimana dukungan tersebut disampaikan Ketua GBNN Sulsel Andi Aso di rumah Andi Seto, Jalan Nikel, Kota Makassar, Jumat (12/7). Andi Aso menyebut tiga alasan GBNN mendukung Andi Seto maju Pilwalkot Makassar.
Yang pertama, Seto dinilai berpengalaman dalam tata kelola pemerintahan karena pernah menjadi bupati Sinjai tahun 2018 sampai 2023.
“Kemudian yang kedua beliau itu sosok pemimpin mudah energik, pintar dan cerdas dan sangat santun dalam berpolitik,” kata Aso saat dikonfirmasi, Senin (15/7).
“Dan yang ketiga adalah sosok ASA bisa menjadi magnet penyatu semua etnis, agama dan kelompok di Kota Makassar,” kata Aso.
Aso menegaskan dalam waktu dekat GBNN Sulsel akan mengonsolidasikan Pengurus DPC GBNN Makassar, terkhusus pengurus tingkat kecamatan dan kelurahan yang nantinya akan mengundang Andi Seto.
“Rapat itu sekaligus agenda deklarasi dan dukungan GBNN secara kelembagaan dan jaringan di tingkat kecamatan dan kelurahan di kota Makassar untuk memenangkan Pilwalkot Makassar,”tandas Aso.
Andi Seto atau ASA mengapresiasi langkah dukungan moril karena hal tersebut merupakan amanah untuk membangun kota daeng julukan kota Makassar lebih baik kedepannya.
“Terimakasih atas dukungan semua elemen masyarakat. Insya Allah siap menjalankan amanah jika diberikan tugas sebagai Walikota Makassar 2024,”ucap Andi Seto.
Pengamat politik Sulawesi Selatan Prof Sukri Tamma menyebut bahwa hasil survei beberapa lembaga termasuk Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan konstalasi Pilwali Makassar 2024 berlangsung dinamis.
Menurutnya, hasil survei SMRC adalah dasar bagian patut pertimbangan atau secara umum kecenderungan pada saat ini. Tentunya bagi para kandidat menjadi dasar melihat hasil survei dan perlu menjaga indikator surveinya maupun kekurangannya.
Dalam situasi ini Munafri Arifuddin atau Appi menjadi survei yang tertinggi yang diklaim SMRC disusul figur Indira Yusuf Ismail dan Andi Seto Ghadista Asapa atau ASA. Sebab salah satu faktor seperti secara popularitas karena sudah sangat dikenal masyarakat menyusul sudah dua kali berkompetisi dan ini yang ketiganya.
“Artinya masyarakat Makassar sudah sangat mengenalnya apalagi pengalaman dua kali bertarung sudah memiliki basis suara cukup signifikan. Meskipun bukan menjadi pemenang sehingga hal itu menjadi dasar mengapa surveinya diatas,”ucap Prof Sukri Tamma kepada kabarmakassar.com.
Lalu, kata Prof Sukri, untuk figur Indira Yusuf Ismail yang berada di posisi kedua, merupakan prestasi walaupun secara politik tidak terlibat langsung. Meski demikian Indira cukup aktif selama ini hanya mendampingi suaminya sebagai Walikota Makassar dua periode.
Termasuk kegiatan non pemerintah yang bertindak selaku Ketua Tim PKK Makassar selama hampir satu dekade. Hanya memang salah satunya hal ini karena popularitas Indira yang akhir-akhir ini aktif dalam bersosialisasi apalagi kemarin dijustifikasi yang kemudian kenyataan dia merupakan istri Walikota Makassa selama dua periode yang memang meriah suara kemenangan secara signifikan.
“Dan saya kira itu menjadi dasar basis dengan sejalan survei SMRC dan sejumlah lembaga lainnya,”ujar Prof Sukri, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan politik Unhas Makassar itu.
Kemudian sosok Andi Seto Ghadista Asapa adalah bakal calon Walikota yang dianggap pendatang waja baru di Makassar. Meskipun kita tahu ASA sebelumnya Bupati Sinjai selama lima tahun. Sehingga betul-betul orang yang baru tetapi bukan dikatakan politisi baru.
Selain itu ASA juga diketahui menantu dari Nurdin Halid yang kita kenal politisi senior di Sulawesi Selatan yang cukup mumpuni. Sehingga hal ini menjadi dasar juga dengan munculnya survei tersebut.
Tapi, lanjut dia, bahs kondisi persaingan Pilkada Makassar saat ini masih cukup dinamis dengan kandidat lainnya. Dimana figur lainnya juga masih berupaya dengan caranya masing-masing.
Meskipun suara belum masuk dalam surveinya diluar dari tiga besar nama person tersebut walapun mereka masih mencermati.
Karena sekali ini baru masih melihat menunggu faktor-faktor personalnya dan simulasinya karena tentunya ada hitung-hitungan secara politik soal siapa nantinya pasangan Pilwali.
Dimana saat ini belum melihat siapa saja yang bakal berpaket karena KPU Makassar baru membuka pendaftaran di Agustus mendatang hingga penetapan berikutnya.
“Apa kemudian kandidat yang surveinya tinggi betul-betul punya pasangan untuk maju,”jelasnya.
“Nah ini nantinya menjadi acuan untuk kemudian kita melihat kondisi kecenderungan umum hingga hari pemilihan pada Nopember mendatang,”tandas Prof Sukri.
Sementara itu, Lembaga Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) baru-baru ini mengadakan survei di Kota Makassar. Dari hasil rilis, periode survei dimulai pada tanggal 7 Juni-14 Juni 2024 lalu.
Dimana hasil survei tersebut, SMRC mengklaim nama bakal Calon Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin berada urutan tertinggi. Sesang, posisi kedua disusul Indira Yusuf Ismail dan Andi Seto Ghadista Asapa (ASA) dibanding figur lainnya yang merupakan rival di Pilwali Makassar yang dihelat 27 Nopember mendatang.
SMRC mengungkap elektabilitas atau keterpilihan nama-nama kandididat Calon Walikota Makassar. Fokus survei tersebut melakukan uji skenario terhadap beberapa nama kandidat calon Walikota Makassar Tahun 2024.
Skenario pertama, jika Pilkada Makassar diikuti oleh Empat kandidat. Kemudian skenario kedua dengan Tiga kandidat dan Skenario terakhir yaitu head to head atau 2 nama kanidat.
Hasilnya, Munafri Arifuddin berhasil mengungguli semua kandidat dengan cukup signifikan di semua skenario tersebut. Salah satu skenario yang dianggap kemungkinan besar akan terjadi yaitu uji 4 nama Kandidat Calon Walikota Makassar.
Nama yang dimaksud yaitu Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Kemudian juga ada nama istri Wali kota Makassar yakni Indira Yusuf Ismail.
Selanjutnya, Pengusaha yang juga pernah mencalonkan diri sebagai Walikota pada Pilkada 2013 lalu, Rusdin Abdullah. Terakhir, mantan Bupati Sinjai, Andi Seto Ghadista Asapa.
Hasilnya, Munafri Arifuddin mendapatkan 35,5%. Kemudian disusul Indira Yusuf Ismail dengan 26,3%. Selanjutnya Andi Seto Ghadista Asapa 10,9% dan Rusdin Abdullah 8,4%. Sisanya belum menentukan pilihan, dengan menjawab tidak tahu atau menjawab 18,9%.
Skenario selanjutnya SMRC melakukan pengujian dengan 3 nama kandidat. Hasilnya, jika Munafri Arifuddin, Indira Yusuf Ismail dan Andi Seto Ghadista Asapa diuji hasilnya. Munafri memperoleh 40,2%, kemudian Indira Yusuf Ismail 28,7% dan terakhir Andi Seto Shadista Asapa meraih 11,9%.
Sisanya Tidak Tahu Tidak Jawab 19.2%. Kemudian jika nama Indira Yusuf Ismail tidak diikutkan dalam skenario dan digantikan dengan nama Rusdin Abdullah. Maka hasilnya, Munafri Arifuddin unggul telak 49.9%, Rusdin Abdullah 13.9% dan Andi Seto Ghadista Asapa 13,7%.














