kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Festival Aksara Lontaraq Seri III Mulai Digelar

KABARBUGIS.ID – Festival Aksara Lontaraq (Falaq) III Tahun 2022 resmi digelar, di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan Kamis, (13/10). 

Kegiatan yang digelar atas kerjasama antar DPK Sulsel dengan Kabar Grup Indonesia (KGI) ini akan berlangsung selama tiga hari kedepan, yakni sejak tanggal 13 hingga 15 Oktober 2022 mendatang.

Festival Aksara Lontaraq III Tahun 2022 juga melibatkan para penulis, seniman, budayawan dan pegiat literasi di Sulawesi Selatan. 

Festival Aksara Lontaraq (Falaq) III Tahun 2022 yang mengangkat tema "Transformasi Aksara Lontaraq Mendorong Inovasi dan Kreativitas" ini, dibuka langsung oleh Asisten Administrasi Sekretaris Daerah, H. Tautoto Tana Ranggina Sarongallo mewakili Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.

"Dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim, Assalamualaikum, Selamat Pagi, Festival Aksara Lontaraq yang ketiga tahun 2022 dengan tema "Transformasi Aksara Lontaraq Mendorong Inovasi dan Kreativitas" resmi dibuka," ungkapnya.

Gubernur Sulsel dalam sambutan yang dibacakan Asisten Administrasi Tautoto, menyampaikan apresiasi dan menyambut baik atas terlaksananya kegiatan ini sebagai salah satu cara memelihara dan melestarikan aksara lontaraq yang merupakan warisan budaya masyarakat Sulawesi Selatan.

Menurutnya Sulawesi Selatan memiliki potensi yang luar biasa, baik dari segi sumber daya manusia maupun kebudayaannya. Tidak banyak suku bangsa di Indonesia yang memiliki aksara dan tradisi tulis seperti yang dimiliki suku Bugis Makassar di Sulawesi Selatan.

Lebih lanjut ditegaskan, tradisi tulis sangat penting artinya sebagai sarana pengabdian buah pikiran dan perasaan. Tulisan adalah perwujudan jati diri suatu masyarakat. Orang-orang Bugis Makassar termasuk suku bangsa  yang beruntung karena memiliki tradisi tulis. Merekalah pemilik naskah kuno yang dikenal dengan nama Lontaraq. Oleh sebab itu potensi tersebut haruslah dimaksimalkan agar kita menjadi provinsi yang tidak lupa akan akar budaya daerahnya.

“Marilah kita selalu memelihara dan menjaga tradisi tulis kita dan aksara lontaraq kita sebagai modal literasi untuk membangun generasi muda yang berkualitas dan kompetitif,” ajaknya,

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Moh. Hasan Sijaya mengatakan, dengan digelarnya Festival Aksara Lontaraq ini, diharapkan dapat meningkatkan literasi aksara lontaraq bagi masyarakat.

"Dengan ini semoga bisa membuat kita lebih lancar dalam memberikan gambaran  adanya aksara lontaraq kepada masyarakat dan memajukan gerakan literasi aksara lontaraq di Sulawesi Selatan," ungkapnya dalam sambutannya.

Ia mengatakan, tujuan digelarnya festival ini untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda untuk mengenang dan melestarikan warisan leluhur tersebut.

"Kegiatan festival aksara lontaraq ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda, anak dan cucu terkait dengan budaya yang diadakan leluhur kita," terangnya.

Hasan mengatakan, tahun ini pihaknya telah membentuk yayasan aksara lontaraq.

“Kami laporkan juga ke Pak Gub bahwa bersamaan festival aksara lontaraq yang ketiga juga panitia telah melahirkan yayasan aksara lontaraq. Yayasan yang akan mengawal dan bersinergi dengan perda Aksara Lontaraq yang lagi dibahas di DPRD Sulsel, “ pungkas Hasan Sijaya.

Yayasan aksara lontaraq ini sendiri akan menjadi pelaksana Festival Aksara Lontaraq setiap tahunnya di masa-masa mendatang.

Festival Aksara Lontaraq selama tiga hari kedepan akan dimeriahkan dengan Pemeran Perpustakaan, Seminar, Talkshow, Penyerahan Buku Lontaraq, Dongeng Literasi, Lomba Kreativitas Anak, Lomba Lagu Daerah Makassar dan Donor Darah.

Untuk diketahui, Aksara Lontaraq merupakan aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar-Enrekang- Luwu-Mandar- yang berada di Wilayah Sulawesi Selatan dan Barat.

Tidak banyak bangsa-bangsa di dunia yang memiliki aksara. Aksara bukan saja menjadi simbol sejarah, tapi juga menjadi penegasan tingginya nilai-nilai kebudayaan sebuah masyarakat. 

Sayangnya aksara Lontaraq yang merupakan identitas dan entitas budaya Sulawesi Selatan mulai terkikis keberadaannya, bahkan mulai dilupakan oleh anak-anak generasi sekarang.

Festival ini sendiri, sebagai wujud tanggung jawab panitia dan masyarakat peduli Lontaraq untuk berkontribusi menjaga, merawat dan melestarikan kearifan lokal daerah, khususnya tradisi literasi aksara lontaraq yang diprediksi para peneliti bakal punah jika tidak dilestarikan.

Festival aksara lontaraq tahun ini merupakan kali ketiga digelar, dimana Festival Aksara Lontaraq pertama digelar pada tahun 2020 dan Festival Aksara Lontaraq kedua digelar 2021.

error: Content is protected !!