kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

BPBD Makassar Hadirkan SIGAP Percepat Respons Bencana Pesisir, Target 15 Menit

BPBD Makassar Hadirkan SIGAP Percepat Respons Bencana Pesisir, Target 15 Menit
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr. H. M. Fadli Tahar (Dok: Sinta KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar menargetkan percepatan waktu respons penanganan bencana di kawasan pesisir dari rata-rata 90 menit menjadi hanya 15 menit melalui inovasi SIGAP PESISIR (Sistem Integrasi Gerakan Adaptif Pesisir).

Inovasi tersebut menjadi bagian dari transformasi layanan kebencanaan yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat penanganan kondisi darurat, mulai dari proses pelaporan, koordinasi, hingga pengerahan personel di lapangan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr. H. M. Fadli Tahar, mengatakan kecepatan menjadi faktor utama dalam upaya penyelamatan korban sekaligus mengurangi dampak yang ditimbulkan akibat bencana.

“Target kami adalah memangkas waktu respons dari sekitar 90 menit menjadi 15 menit. Semakin cepat penanganan dilakukan, semakin besar peluang menyelamatkan jiwa dan meminimalkan kerugian,” ujar Fadli, Kamis (16/7).

Menurutnya, kawasan pesisir Makassar memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap berbagai potensi bencana, mulai dari banjir rob, gelombang ekstrem, abrasi pantai, cuaca buruk, hingga kecelakaan di wilayah perairan. Karena itu, dibutuhkan sistem yang mampu mempercepat koordinasi antarinstansi.

Fadli menjelaskan, SIGAP PESISIR mengintegrasikan seluruh unsur yang terlibat dalam penanggulangan bencana, mulai dari pemerintah kota, kecamatan, kelurahan, TNI, Polri, relawan, komunitas kebencanaan hingga masyarakat pesisir dalam satu mekanisme kerja yang terkoordinasi.

“SIGAP PESISIR bukan hanya aplikasi atau program, tetapi sistem kerja terpadu yang memastikan seluruh pihak bergerak cepat dengan tugas dan fungsi yang sudah jelas ketika terjadi keadaan darurat,” katanya.

Selain memperkuat koordinasi antarlembaga, BPBD juga menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam sistem kesiapsiagaan. Warga akan mendapatkan edukasi mengenai tata cara pelaporan, prosedur evakuasi, hingga langkah penyelamatan awal sebelum tim penolong tiba di lokasi.

Peluncuran SIGAP PESISIR dilakukan bersamaan dengan peresmian tujuh inovasi perangkat daerah Pemerintah Kota Makassar yang dipimpin langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Program tersebut akan diterapkan secara bertahap di kawasan pesisir yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

BPBD Makassar berharap SIGAP PESISIR dapat menjadi model penanganan bencana perkotaan berbasis kolaborasi yang mampu memperkuat kesiapsiagaan masyarakat sekaligus menjadi contoh bagi daerah pesisir lainnya di Indonesia.

error: Content is protected !!