kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Dugaan Mahar Kepsek, Pelapor Mengaku Dapat Pesan Hati-hati

Dugaan Mahar Kepsek, Pelapor Mengaku Dapat Pesan Hati-hati
Kepala Sekolah UPT SPF SD Inpres Malimongan Baru, Suryama Saparia (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Kepala Sekolah UPT SPF SD Inpres Malimongan Baru, Suryama Saparia, mengaku menerima pesan agar berhati-hati setelah videonya yang membongkar dugaan praktik mahar dalam seleksi kepala sekolah di Kota Makassar viral di media sosial.

Pengakuan itu disampaikan Suryama usai menghadiri rapat kerja Komisi D DPRD Makassar bersama Dinas Pendidikan Kota Makassar, membahas dugaan mahar Kepala Sekolah, digedung sementara DPRD Kota Makassar jalan Letjen Hertasning, Senin (29/06).

“Saya diingatkan teman, katanya hati-hati, nanti dibaliki. Penyampaian itu setelah video saya viral melalui chat WhatsApp,” kata Suryama.

Meski mendapat peringatan tersebut, Suryama menegaskan pesan yang diterimanya bukan berupa ancaman langsung. Menurutnya, rekan sesama kepala sekolah hanya mengingatkan agar dirinya waspada setelah videonya menjadi perhatian publik.

“Dia tidak mengancam, cuma mengingatkan, hati-hati ki, nanti dibaliki,” ujarnya.

Suryama juga membantah tudingan bahwa dirinya sengaja menjebak pihak tertentu melalui video yang beredar di media sosial. Ia menegaskan tidak memiliki kepentingan pribadi dalam persoalan tersebut.

“Buat apa saya menjebak. Saya tidak punya kepentingan apa-apa. Saya hanya menyampaikan apa yang saya ketahui,” tegasnya.

Ia menambahkan, setelah videonya viral, banyak kepala sekolah menghubunginya dan mengaku merasa diperlakukan tidak adil dalam proses seleksi. Bahkan sekitar 20 orang berkumpul untuk menyampaikan aspirasi yang kemudian diwakilkan dalam rapat bersama DPRD.

“Setelah video saya viral, banyak teman menghubungi saya. Mereka merasa dizalimi atau tidak diperlakukan adil, sehingga meminta saya mewakili menyampaikan suara mereka di DPRD,” ungkapnya.

Sementara itu, Suryama mengatakan dirinya juga telah memenuhi panggilan Inspektorat Kota Makassar untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan yang disampaikannya. Ia menyebut proses pemeriksaan masih berlangsung dan siap memberikan keterangan lanjutan apabila kembali dipanggil.

error: Content is protected !!