KabarMakassar.com — Upaya pemerintah pusat dalam mengatasi permasalahan gizi di Indonesia melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat dukungan dari DPRD Kota Makassar. Komisi D menyatakan kesiapan mendukung pelaksanaan program tersebut, khususnya di wilayah Kota Makassar.
Anggota Komisi D DPRD Makassar, Andi Suhada Sappaile, menyampaikan bahwa meskipun saat ini program MBG masih dalam tahap uji coba, pihaknya optimistis kebijakan ini akan berdampak besar terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, terutama anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“Program ini sangat strategis dan membawa dampak positif. Kami mendukung penuh pelaksanaannya di Makassar agar bisa berjalan sesuai harapan dan terkoordinasi dengan baik,” ujar Andi Suhada saat diwawancarai, Selasa (07/01).
Ia menekankan bahwa tujuan utama dari MBG adalah memastikan generasi muda mendapatkan asupan gizi yang cukup sejak dini. Hal ini dinilai penting untuk menekan angka kekurangan gizi dan meningkatkan daya pikir serta kesehatan anak-anak di masa depan.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 ribu untuk setiap porsi makanan. Menanggapi hal itu, Andi Suhada mengingatkan agar kualitas dan kandungan gizi makanan tetap menjadi prioritas utama, bukan hanya kuantitasnya.
“Anggaran per porsi memang terbatas, tapi jika dimanfaatkan dengan tepat, kualitas gizi bisa tetap dijaga. Jangan sampai ada pengurangan komposisi yang justru menurunkan manfaat dari program ini,” jelasnya.
Ia berharap seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah daerah hingga pelaksana teknis di lapangan, dapat berkomitmen menjaga standar pelaksanaan MBG agar program ini berhasil sesuai tujuan awalnya.
Dengan pengelolaan yang tepat dan koordinasi yang kuat, DPRD Makassar optimistis program Makan Bergizi Gratis akan berkontribusi besar terhadap terciptanya generasi yang lebih sehat dan cerdas di masa mendatang.














