kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

DPR Koordinasi BAKTI dan Telkom, Atur Pembagian Peran Atasi Blankspot Sulsel

DPR Koordinasi BAKTI dan Telkom, Atur Pembagian Peran Atasi Blankspot Sulsel
Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal (Deng Ical), (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Upaya mengatasi blankspot di wilayah Sulawesi Selatan terus dipercepat melalui koordinasi lintas lembaga.

Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal (Deng Ical) mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggelar pertemuan bersama BAKTI Kominfo, Telkom, serta seluruh anak perusahaan Telkom untuk menyusun pembagian peran dalam menyediakan konektivitas yang lebih merata di daerah-daerah sulit sinyal.

Deng Ical menyampaikan bahwa perangkat Starlink telah dipasang pada lima titik di wilayah kategori 3T di Kabupaten Kepulauan Selayar. Langkah ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan mendesak akan jaringan internet, khususnya di kawasan Balai Taman Nasional Taka Bonerate yang selama ini mengalami blankspot total.

“Aktivitas ekonomi dan pariwisata di sana harus tetap berjalan, sementara jaringan yang ada belum mampu melayani wilayah tersebut,” ujarnya, Kamis (04/12).

Ia menjelaskan bahwa instalasi Starlink di Selayar masih bersifat kebutuhan prioritas, namun pemasangan di luar wilayah itu tidak menutup kemungkinan dilakukan tahun depan.

“Tergantung perkembangan dan kebutuhan. Yang paling utama adalah memastikan warga terkoneksi,” tegasnya.

Terkait pilihan perangkat di titik-titik buta lainnya, Syamsu Rizal menegaskan bahwa tidak ada ketergantungan pada satu teknologi. Baik Starlink maupun perangkat komersial dan pemerintah lainnya tetap memiliki peluang untuk digunakan.

“Tidak tertutup kemungkinan nanti ada perangkat komersial lain. Tidak harus satu model. Bisa saja ada program dari Telkom atau kementerian lain,” katanya.

Ia menambahkan bahwa VSAT merupakan perangkat yang disiapkan pemerintah untuk mendukung konektivitas di wilayah 3T. Namun, keterbatasan infrastruktur seperti antena, listrik, hingga BTS mini membuat sejumlah lokasi belum dapat menggunakannya. Karena itu, solusi alternatif diperlukan sembari menunggu kesiapan instalasi VSAT.

“Untuk beberapa lokasi kita membawa Starlink. Secara perangkat, Starlink relatif lebih kuat dan lebih independen. Sambil menunggu kesiapan VSAT di daerah tertentu, kita menggunakan Starlink, karena program bantuannya tidak berbayar selama satu tahun,” jelasnya.

Melalui koordinasi bersama BAKTI dan Telkom, DPR berharap ekosistem penyediaan sinyal di Sulawesi Selatan dapat berjalan lebih efektif, terencana, dan tidak tumpang tindih.

Tujuannya satu, memastikan masyarakat, termasuk di wilayah terluar, tetap memiliki akses internet yang layak guna mendukung kebutuhan ekonomi, pendidikan, hingga layanan publik.

error: Content is protected !!