Indeks
News  

Dorong Ekonomi Rakyat, Pemkot Makassar Libatkan UMKM Jahit Seragam Siswa

Dorong Ekonomi Rakyat, Pemkot Makassar Libatkan UMKM Jahit Seragam Siswa
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Dok : Ist).

KabarMakassar.com — Pemerintah Kota Makassar mengajak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) penjahit untuk turut ambil bagian dalam penyediaan seragam sekolah gratis bagi siswa baru tingkat SD dan SMP.

Program ini menjadi bagian dari persiapan tahun ajaran baru 2025/2026 dan bertujuan meringankan beban orang tua siswa sekaligus mendorong ekonomi lokal.

Pendaftaran bagi UMKM penjahit dibuka secara daring melalui laman resmi LPSE Kota Makassar di https://lpse.makassar.go.id dan akan ditutup pada Rabu (28/05) besok.

Prosesnya dilakukan melalui konsolidasi e-katalog versi 6, sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan efisiensi pengadaan barang dan jasa.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyatakan bahwa pelibatan UMKM dalam program ini merupakan salah satu wujud nyata dari 7 Program Unggulan Pemkot Makassar.

Ia menegaskan bahwa selain memfasilitasi kebutuhan pendidikan, program ini juga memperkuat sektor ekonomi rakyat.

“Dengan melibatkan UMKM lokal, kita tidak hanya menghadirkan seragam berkualitas, tapi juga memberdayakan ekonomi kerakyatan di Makassar,” ungkap Munafri.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, menyampaikan bahwa program ini akan melibatkan lebih dari 500 pelaku UMKM.

Nantinya mereka akan dibagi dalam 52 kelompok, masing-masing terdiri dari 10 orang dan dipimpin oleh satu koordinator.

Koordinator bertugas mengatur proses produksi dan pengadaan melalui sistem e-katalog.

“Program ini terbuka untuk umum. Semua peserta yang mendaftar akan diberikan akses melalui e-Katalog dan LPSE. Mereka yang terlibat sebelumnya sudah mendapatkan pelatihan, sesuai mekanisme yang ditetapkan,” terang Andi Bukti.

Bantuan seragam sekolah gratis ini akan didistribusikan kepada 33 ribu siswa dari 314 SD dan 55 SMP di Makassar.

Setiap siswa akan mendapatkan dua pasang seragam, merah putih untuk SD dan biru putih untuk SM, —sehingga totalnya mencapai 66 ribu pasang seragam.

Anggaran yang disiapkan untuk mendukung kelancaran program ini mencapai sekitar Rp11 miliar.

Pemerintah menargetkan seluruh proses pendistribusian seragam rampung sebelum tahun ajaran baru dimulai pada 14 Juli 2025.

“Kami menargetkan seluruh seragam telah selesai didistribusikan sebelum tahun ajaran baru dimulai,” pungkas Andi Bukti.

error: Content is protected !!
Exit mobile version