kabarbursa.com
kabarbursa.com

Disdik Sulsel Ingatkan Potensi Paparan Radikalisme pada Siswa SMA

Disdik Sulsel Ingatkan Potensi Paparan Radikalisme pada Siswa SMA
Siswa SMA Sekolah Rakyat di Sulsel (dok. Ist)

KabarMakassar.com — Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Iqbal Nadjamuddin, mengingatkan adanya potensi paparan radikalisme pada siswa tingkat SMA. Ia menilai kelompok usia remaja masih berada dalam fase psikologis yang labil sehingga lebih mudah terpengaruh berbagai informasi dari luar.

“Anak-anak itu kan memang gampang terpapar karena jiwanya masih labil, masih remaja, dan memang kan Gen Z sekarang ini kan mudah terpengaruh karena itu tadi faktor mereka ini dekat sekali dengan masalah gadget. Kan masih mudah sekali mereka melihat informasi-informasi yang ada di gadget ini,” ucap Iqbal, Rabu (10/12).

Iqbal menjelaskan bahwa sekolah-sekolah di Sulsel telah menerapkan aturan untuk membatasi penggunaan gawai di lingkungan pendidikan. Kebijakan itu dibuat sebagai langkah preventif untuk mengurangi akses siswa terhadap konten-konten berisiko.

“Tentu ini juga kita sudah lakukan sebenarnya di sekolah bagaimana pembatasan-pembatasan yang dilakukan oleh teman-teman di sekolah. Kami sudah buatkan tatib terkait pembatasan penggunaan-penggunaan gadget ini,” katanya.

Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Menurutnya, pengawasan orang tua memiliki peran penting karena siswa tetap terpapar lingkungan digital ketika berada di rumah.

“Tapi kan tentu juga ini kami akan membangun kolaborasi dengan orang tua karena persoalan siswa di sekolah itu bukan sepenuhnya tanggung jawabnya guru-guru di sekolah karena kan mereka juga punya orang tua dan ini memang harus ada kolaborasi antara guru dengan orang tua supaya di rumah mereka juga ikut mendapat pengawasan dengan orang-orang tuanya,” jelasnya.

Iqbal memastikan hingga saat ini belum ada laporan siswa SMA di Sulsel yang terpapar radikalisme. Meski begitu, ia menegaskan perlunya kewaspadaan berkelanjutan di seluruh sekolah.

“Sampai sekarang belum ada. Kemarin kami komunikasi, belum ada. Alhamdulillah belum. Tapi kan tentu ini jangan menjadi ini ya, perlu tetap diantisipasi juga. Makanya ada langkah-langkah yang kita lakukan di semua sekolah sekarang,” pungkasnya.

error: Content is protected !!