KabarMakassar.com — Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menyoroti implementasi sistem pembayaran parkir non tunai melalui QRIS yang dinilai belum berjalan maksimal.
DPRD menilai penerapannya masih terbatas sehingga belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan maupun penataan parkir.
Anggota Komisi B DPRD Makassar, Hartono, mengatakan digitalisasi parkir merupakan langkah positif. Namun, efektivitasnya masih bergantung pada luasnya cakupan penerapan QRIS di seluruh titik parkir.
“Kita mengapresiasi terobosan Perumda Parkir terkait digitalisasi perparkiran melalui QRIS. Tetapi yang menjadi persoalan adalah cakupannya masih sangat terbatas. Kalau penerapannya sudah maksimal di seluruh titik parkir, saya kira pendapatan bisa lebih dioptimalkan dan penertiban parkir juga akan lebih baik,” kata Hartono, Minggu (19/07).
Menurutnya, pembahasan mengenai digitalisasi parkir telah beberapa kali dilakukan bersama jajaran direksi Perumda Parkir. Dalam setiap rapat, DPRD selalu mendengar komitmen untuk memaksimalkan pengelolaan parkir berbasis digital.
Namun, Hartono menegaskan DPRD tidak lagi hanya membutuhkan komitmen, melainkan bukti nyata dari hasil yang dirasakan masyarakat maupun pemerintah daerah.
“Sudah berkali-kali kami membahas ini. Yang dibutuhkan sekarang bukan lagi narasi atau komitmen, tetapi perubahan nyata di lapangan. Apakah setelah pergantian direksi ada perubahan yang signifikan? Faktanya saya melihat belum maksimal,” ujarnya.
Ia pun meminta Perumda Parkir bekerja lebih keras memperluas penerapan QRIS agar digitalisasi parkir benar-benar mampu meningkatkan pendapatan daerah, memperbaiki tata kelola parkir, sekaligus meminimalkan praktik kebocoran retribusi di lapangan.
Menurut Hartono, keberhasilan program digitalisasi harus diukur dari hasil konkret, bukan sekadar rencana atau target yang disampaikan dalam rapat.
Meski mengapresiasi langkah Perumda Parkir Makassar Raya dalam mendorong digitalisasi pembayaran parkir di lapangan.
“Kami tetap mengapresiasi karena mereka sudah berusaha menghadirkan digitalisasi untuk menekan kebocoran,” tukasnya.













