KabarMakassar.com — Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Muchlis Misbah, mendorong Pemerintah Kota Makassar khusus Dinas Pendidikan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) segera mengambil langkah konkret, terutama melalui penguatan pendidikan moral di sekolah.
Menurut Muchlis, akar persoalan dari berbagai kasus sosial seperti LGBT, hingga kekerasan terhadap anak tidak lepas dari lemahnya pembinaan akhlak generasi muda saat ini.
“Yang jelas sekarang ini perlu sekali pembinaan akhlak kepada anak-anak sekolah untuk menangkis kekerasan. Karena bukan cuma satu kasus, kekerasan perempuan, anak, sampai pelecehan seksual itu meningkat semua,” ujarnya usai mengikuti Monitoring Evaluasi Triwulan I Disdik hingga DPPPA Kota Makassar digedung sementara DPRD jalan Letjen Hertasning, Rabu (01/04).
Ia menegaskan bahwa pendidikan moral harus menjadi prioritas utama, khususnya di jenjang pendidikan dasar dan menengah pertama.
“Akhlak dan moral itu yang paling penting diberikan kepada anak-anak supaya hal-hal seperti ini tidak terjadi,” tegasnya.
Muchlis juga mendorong Disdik bersama DPPPA Kota Makassar untuk lebih aktif merumuskan langkah strategis dalam menekan angka kekerasan.
Ia mengaku telah meminta penjelasan terkait langkah antisipasi yang dilakukan pemerintah, namun menilai perlu ada penguatan kebijakan yang lebih konkret dan terukur.
“Harus ada langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi tingginya kekerasan seksual, kekerasan anak, dan perempuan,” katanya.
Selain itu, Muchlis membuka peluang mendorong pembentukan regulasi daerah sebagai salah satu upaya penanganan persoalan sosial yang semakin kompleks.
“Saya akan secepatnya mendorong Perda baik terkait LGBT ataupun untuk menguatkan moral anak muda saat ini sebagai salah satu solusi,” ungkapnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa solusi utama tetap berada pada penguatan pendidikan karakter di sekolah.
“Intinya pemerintah kota, khususnya Dinas Pendidikan, harus mempertajam pendidikan moral dan akhlak di sekolah-sekolah,” tegasnya.
DPRD berharap langkah konkret segera diambil agar tren kekerasan yang terjadi tidak terus meningkat dan dapat ditekan sejak dini melalui sistem pendidikan yang lebih kuat.














