KabarMakassar.com –- Bupati Jeneponto, Paris Yasir resmi membuka seminar pendidikan dengan tema yang mendalam dan filosofis yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Jeneponto pada Senin (8/12)
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Jeneponto ini mengusung tajuk: “Menenun Nilai, Merajut Cinta, Integrasi Moderasi Beragama, Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam dalam Kurikulum Merdeka”.
Dalam sambutannya, Bupati Paris Yasir menegaskan peran krusial pendidikan terutama pendidikan keagamaan, sebagai fondasi kemajuan Jeneponto.
Ia menilai tema yang diangkat Kemenag sangat relevan untuk mencetak generasi yang tahan banting dan berkarakter di tengah tantangan zaman.
“Kurikulum bukan sekadar memindahkan ilmu dari guru ke peserta didik. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita menanamkan nilai cinta, moderasi, dan kebijaksanaan. Dengan pendekatan berbasis cinta dan pembelajaran mendalam, kita berharap lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak dan mampu hidup harmonis di tengah keberagaman,” ujarnya.
Bupati menekankan bahwa penguatan karakter dan wawasan kebangsaan harus menjadi tujuan utama dalam implementasi Kurikulum Merdeka.
Seminar ini secara khusus menyoroti pentingnya integrasi moderasi beragama dalam proses pembelajaran, sesuai dengan arahan Kementerian Agama.
Para narasumber menjelaskan bahwa Kurikulum Merdeka menawarkan ruang fleksibel bagi guru madrasah dan pengajar lainnya untuk menyusun materi yang kontekstual, humanis, serta menyentuh aspek emosional dan spiritual peserta didik.
Pemerintah Kabupaten Jeneponto menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Kemenag dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, melalui berbagai program pelatihan dan penguatan kapasitas tenaga pendidik.
Diharapkan, seminar ini dapat menghasilkan rekomendasi implementatif di semua satuan pendidikan, demi memperkuat praktik pembelajaran yang inklusif, humanis, dan berorientasi pada pembentukan karakter generasi penerus bangsa.













