KabarMakassar.com — Keterlambatan pencairan bonus atlet PON XXI Aceh-Sumut 2024 menimbulkan tekanan ekonomi bagi para atlet Sulawesi Selatan.
Sejumlah atlet yang telah mengharumkan nama daerah kini harus menunda rencana penting dalam hidup mereka, termasuk pernikahan, pembelian rumah, hingga membuka usaha.
Situasi ini bahkan membuat sebagian dari mereka terpaksa berutang demi memenuhi kebutuhan mendesak.
“Bukan hanya saya sendiri, banyak teman-teman yang lain juga, ada yang menunda pernikahan atau kepentingan lain mereka. Banyak juga utang piutang, ada yang butuh untuk biaya lahiran,” kata Nadia, salah satu atlet karate peraih medali perak.
Hal senada disampaikan oleh Syamsuddin Massa, atlet lari peraih medali perak. Dia menyebutkan bahwa keterlambatan pencairan bonus berdampak besar pada kehidupan atlet, bahkan memupus harapan sebagian dari mereka untuk memulai rencana masa depan.
“Banyak teman-teman yang beda-beda kondisinya. Ada yang sudah pinjam (berutang) di luar sana. Ada yang berkeinginan menikah. Ada mau beli rumah, mau bikin usaha. Tertunda karena keterlambatan bonus. Harapannya agak pupus,” ungkapnya.
Syamsuddin menambahkan bahwa keterlambatan bonus ini telah berlangsung sejak Maret 2025, sesuai dengan jadwal awal pencairan yang dijanjikan oleh pemerintah.
“Sejak bulan Maret yang dijanjikan 2025,” ujarnya.
Para atlet pun berharap agar pemerintah segera merealisasikan janji pencairan bonus secara penuh, mengingat dampaknya yang semakin meluas terhadap kondisi ekonomi mereka.
Rencananya, bonus bagi atlet asal Sulawesi Selatan peraih medali di PON XXI Aceh-Sumut ini dipastikan akan mulai dicairkan pada triwulan ketiga tahun 2025.
Hal ini disepakati usai pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat terkait bonus atlet, di Kantor DPRD Sulsel, Senin (23/06).
Pemerintah Provinsi Sulsel melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp6,75 miliar dalam APBD 2025 yang siap digunakan untuk pembayaran tahap awal.
Pencairan akan dilakukan bertahap karena total kebutuhan bonus yang harus dibayarkan kepada atlet, pelatih, dan official mencapai Rp22 miliar. Sisanya yang belum teranggarkan sebesar Rp15,25 miliar akan diupayakan masuk dalam APBD Perubahan 2025.














