kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

BMKG Sebut Sulsel Alami Penurunan Curah Hujan

BMKG Sebut Sulsel Alami Penurunan Curah Hujan
(Foto : Dok KabarMakassar).

KabarMakassar.com – Musim hujan di Sulawesi Selatan telah memasuki periode aktif, namun dalam beberapa hari terakhir intensitas hujan di sejumlah wilayah khususnya bagian selatan mengalami penurunan.

Hal itu disampaikan Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Bimo, yang menjelaskan bahwa fenomena ini bukan kondisi kering, tetapi penurunan intensitas yang signifikan dibanding biasanya.

“Kondisi cuaca khususnya di wilayah Sulawesi Selatan bagian selatan ada sedikit penurunan tapi tidak ekstrem. Maksudnya bukan dalam kategori kering juga, tapi dia turun intensitasnya,” ujar Bimo, Jumat (28/11).

Menurutnya, penyebab utama penurunan curah hujan adalah kemunculan beberapa bibit siklon di wilayah atas Indonesia. Kehadiran tiga siklon itu menarik uap air dari wilayah tengah Indonesia, sehingga suplai uap air menuju Sulsel ikut menurun.

“Jadi tiga siklon itu menarik uap air dari wilayah tengah Indonesia. Disedot uap airnya. Jadi, uap air yang ada di wilayah tengah Indonesia untuk saat ini jumlahnya sangat sedikit karena tertarik semua ke tiga siklon yaitu di Filipina, satu di Australia, satu lagi di Sumatera bagian utara,” jelasnya.

Bimo mengatakan bahwa hingga 2 Desember mendatang, potensi hujan ekstrem di Sulsel masih cenderung rendah. Jika hujan turun, intensitasnya diperkirakan tidak akan selebat yang biasa dirasakan masyarakat, khususnya di wilayah Makassar dan sekitarnya.

“Kalau misalkan hujan pun, dia tidak selebat yang mungkin pernah atau dirasakan oleh warga Makassar,” tambahnya.

Secara kewilayahan, variasi curah hujan di Sulawesi Selatan cukup mencolok. Wilayah utara seperti Toraja dan Luwu Raya tercatat memiliki intensitas hujan lebih tinggi hampir setiap tahun. Sementara dampak penurunan uap air akibat tiga siklon lebih terasa di wilayah selatan.

“Kalau di Luwu Raya dan Toraja, pengaruh tiga siklon tadi tidak sesignifikan di bagian selatan. Yang dampaknya terasa berkurang hanya wilayah selatan saja, mulai dari Barru, Wajo, Soppeng hingga ke Selayar,” tutur Bimo.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca, mengingat dinamika atmosfer yang cepat bergeser akibat pengaruh siklon regional.

error: Content is protected !!