KabarMakassar.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mencatat rendahnya serapan anggaran belanja daerah pada triwulan I tahun 2025.
Dari total alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp5,68 triliun, realisasi belanja baru mencapai Rp579 miliar atau setara 10,19 persen.
Data menunjukkan, terdapat sepuluh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergolong dalam kategori serapan belanja terendah, dengan angka belanja antara 1 hingga 8 persen.
Diantaranya adalah Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Selain itu, 33 OPD lainnya tercatat memiliki tingkat belanja sedang, yakni di kisaran 8 hingga 16 persen. Sementara delapan OPD berhasil mencatatkan realisasi belanja tertinggi di atas 16 persen, termasuk BKPSDMD (18,85 persen), Kecamatan Ujung Pandang (17,70 persen), dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (17,01 persen).
Menanggapi kondisi ini, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menekankan pentingnya evaluasi internal di masing-masing OPD, terutama yang masih berada di kategori belanja rendah.
Ia meminta setiap kepala OPD untuk lebih aktif mengawasi pelaksanaan program dan memastikan realisasi anggaran berjalan dengan baik.
“Anggaran yang sudah dialokasikan harus segera direalisasikan. Jangan sampai hanya tersendat di tahap administrasi atau proses yang berbelit,” kata Munafri, Kamis (08/05)
Ia juga menegaskan bahwa prinsip efisiensi dan efektivitas harus tetap menjadi pegangan dalam penggunaan anggaran daerah.
Menurutnya, efisiensi berkaitan dengan penghematan sumber daya, sementara efektivitas berkaitan dengan hasil yang dicapai dan dampaknya bagi masyarakat.
Munafri mengungkapkan rasa kecewanya saat mengetahui banyak kepala OPD tidak hadir dalam rapat evaluasi belanja yang digelar pada awal Mei.
Ia menegaskan bahwa kehadiran mereka penting untuk menyampaikan langsung progres program yang sedang dan akan dilaksanakan.
“Ini bukan soal mencari kesalahan, tapi upaya memperbaiki hal yang belum berjalan optimal. Saya ingin ke depan semua bisa berjalan sinergis dan terintegrasi,” pungkasnya.
Munafri memastikan akan memimpin langsung proses monitoring berikutnya untuk memastikan setiap program berjalan sesuai dengan target dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan Kota Makassar.













