kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

BBKK Makassar Pantau Kesehatan Jemaah Haji Selama 21 Hari Pascakepulangan

BBKK Makassar Pantau Kesehatan Jemaah Haji Selama 21 Hari Pascakepulangan
Jemaah haji tiba di Debarkasi Makassar (dok. Ist)

KabarMakassar.com — Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Makassar mengingatkan seluruh jemaah haji yang telah kembali dari Arab Saudi untuk menjalani pemantauan kesehatan selama 21 hari. Masa tersebut dinilai krusial karena merupakan periode inkubasi sejumlah penyakit menular yang berpotensi muncul setelah perjalanan ibadah haji.

Edukasi kesehatan terus diberikan kepada jemaah setibanya di Debarkasi Makassar sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan penyebaran penyakit. Penyuluhan dilakukan sebelum proses pemulangan jemaah ke daerah masing-masing melalui Aula Arafah Asrama Haji Makassar.

Petugas kesehatan mengimbau jemaah agar lebih peka terhadap perubahan kondisi tubuh setelah tiba di kampung halaman. Jika mengalami keluhan kesehatan selama masa pemantauan, jemaah diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Dalam proses pemeriksaan tersebut, jemaah juga diingatkan untuk membawa Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jemaah Haji (K3JH). Kartu tersebut berfungsi membantu tenaga kesehatan dalam melakukan penelusuran riwayat perjalanan dan mempercepat penanganan medis apabila ditemukan gejala tertentu.

Petugas BBKK Makassar, dr. Muhammad Haskar Hasan, menegaskan bahwa sejumlah gejala harus menjadi perhatian khusus bagi jemaah selama masa pemantauan kesehatan berlangsung.

“Jika mengalami demam, batuk, pilek, sesak napas, nyeri tenggorokan, mual dan muntah, atau diare, segera periksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat dan bawa Kartu K3JH,” katanya, belum lama ini.

Selain gejala umum tersebut, BBKK Makassar juga meminta jemaah mewaspadai tanda-tanda yang mengarah pada infeksi serius. Gejala seperti kaku pada leher yang disertai demam tinggi atau munculnya ruam pada kulit tidak boleh dianggap sebagai keluhan biasa.

“Kaku kuduk bukan sekadar pegal biasa. Jika disertai demam tinggi, sakit kepala hebat, muntah, penurunan kesadaran, atau ruam kemerahan di kulit, jemaah harus segera mendapat pertolongan medis,” ujarnya.

Menurut BBKK Makassar, K3JH memiliki peran penting dalam sistem pemantauan kesehatan pascakepulangan jemaah haji. Karena itu, kartu tersebut diharapkan tetap disimpan dan digunakan selama masa observasi kesehatan berlangsung.

Selain melakukan pemantauan kondisi tubuh, jemaah juga diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Langkah-langkah sederhana seperti memakai masker saat mengalami gejala flu, mencuci tangan secara rutin, menjaga etika batuk, dan menghindari kontak dengan orang lain ketika sakit dinilai penting untuk mencegah penularan penyakit.

Sementara itu, proses pemulangan jemaah haji Debarkasi Makassar masih terus berlangsung. Berdasarkan data hingga Senin (8/6/2026), sebanyak 3.921 jemaah dan petugas haji telah kembali ke Tanah Air yang terdiri atas 1.183 laki-laki dan 2.738 perempuan.

Adapun total jemaah dan petugas yang diberangkatkan melalui Embarkasi Makassar pada musim haji tahun ini mencapai 16.728 orang. Dari jumlah tersebut, masih terdapat 12.805 jemaah dan petugas yang berada di Arab Saudi dan akan dipulangkan secara bertahap melalui kelompok terbang (kloter) yang tersisa.

error: Content is protected !!