KabarMakassar.com — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin turun langsung meninjau lokasi pengungsian banjir di Kecamatan Biringkanaya, Senin pagi (12/1).
Dalam kunjungannya, Munafri yang akrab disapa Appi menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar menjamin pemenuhan kebutuhan dasar seluruh warga terdampak banjir.
Appi memulai peninjauan di Kantor Lurah Katimbang, kemudian melanjutkan ke lokasi pengungsian di UPT SPF SD Negeri Paccarekkang. Di kedua titik tersebut, ia berdialog dengan pengungsi sekaligus memastikan ketersediaan logistik dan layanan kesehatan.
“Hari ini saya datang untuk memastikan suplai makanan, air bersih, toilet, layanan kesehatan, dan obat-obatan benar-benar terpenuhi dengan baik,” ujar Appi di sela-sela kunjungannya.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar warga menjadi prioritas utama pemerintah daerah selama masa tanggap darurat banjir. Ia juga menginstruksikan camat dan lurah setempat agar terus siaga dan aktif melayani kebutuhan masyarakat hingga kondisi benar-benar pulih.
“Kami berharap banjir ini cepat surut sehingga warga bisa segera kembali ke rumah masing-masing dengan aman,” kata Appi.
Selain logistik, Appi memberi perhatian khusus pada layanan kesehatan. Ia meminta petugas medis memastikan ketersediaan obat-obatan dan melakukan penanganan cepat bila ditemukan pengungsi yang mengalami gangguan kesehatan.
“Kalau ada warga yang menunjukkan gejala penyakit, harus segera ditangani. Bila perlu, langsung dirujuk ke puskesmas terdekat,” tegasnya.
Berdasarkan data sementara BPBD Kota Makassar, ratusan warga terdampak banjir di Kecamatan Biringkanaya terpaksa mengungsi di empat titik utama. Di Kantor Lurah Katimbang, tercatat 17 KK dengan 61 jiwa, termasuk dua ibu hamil dan sejumlah balita.
Sementara itu, pengungsian terbesar berada di UPT SPF SD Negeri Paccarekkang dengan 55 KK atau 201 jiwa, terdiri dari anak-anak, balita, lansia, dan bayi yang memerlukan perhatian kesehatan khusus.
Di Masjid Nurul Ikhlas Kompleks Kodam III, terdapat 4 KK atau 18 jiwa, sedangkan Masjid Lailatul Qadar Blok AF menampung 10 KK dengan 39 jiwa, termasuk satu ibu hamil dan satu lansia.
