KabarMakassar.com — Curah hujan tinggi yang mengguyur sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan sejak awal Juli 2025 memicu banjir dan tanah longsor di beberapa kabupaten.
Setidaknya, empat daerah terdampak paling parah adalah Kabupaten Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, dan Sinjai.
Ribuan warga dilaporkan terdampak dan akses jalan di sejumlah titik dilaporkan terputus akibat longsor.
Menanggapi situasi tersebut, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, langsung menginstruksikan jajarannya untuk bergerak cepat.
Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Sulsel dikerahkan untuk menangani dampak bencana, termasuk evakuasi, distribusi logistik, dan pembukaan akses jalan.
Kepala BPBD Sulsel, Amson Padolo mengatakan pihaknya telah menurunkan tim ke seluruh daerah yang terdampak untuk memberikan bantuan kepada masyarakat.
“Tim sudah turun ke semua daerah terdampak banjir. Selain menyalurkan logistik, kami juga sudah berkoordinasi untuk mendirikan dapur umum di beberapa titik guna memenuhi kebutuhan makan warga yang terdampak,” jelas Amson, Sabtu (05/07).
BPBD juga disebut telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi teknis untuk mengatasi dampak lanjutan.
Salah satu fokus saat ini adalah penanganan jalan yang tertutup longsor serta tanggul yang jebol dan memicu luapan air sungai ke permukiman.
“BPBD juga telah menjalin koordinasi dengan Dinas PU Bina Marga untuk membantu membersihkan material longsoran yang menghalangi akses jalan,” ujar Amson.
“Rehabilitasi dan rekonstruksi tanggul juga sudah mulai kita bahas untuk rencana jangka panjang,” tambahnya.
Dampak bencana yang terjadi secara bersamaan di beberapa kabupaten membuat pasokan logistik menjadi krusial. Pemerintah Provinsi Sulsel memastikan kebutuhan dasar korban banjir tidak terabaikan.
Dinas Sosial juga telah mengaktifkan buffer stock dan gudang logistik yang tersebar di seluruh kabupaten.
Kepala Dinas Sosial Sulsel, Abdul Malik Faisal, menyebut bahwa distribusi bantuan telah disiapkan jauh sebelum bencana terjadi sebagai bagian dari langkah mitigasi bencana.
“Bantuan logistik bencana memang kami salurkan secara rutin sebelum bencana terjadi, sebagai langkah antisipasi. Gudang logistik di tiap kabupaten sudah disiapkan, dan akan dilakukan top up jika stok menipis berdasarkan hasil asesmen,” jelas Malik.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memantau perkembangan di lapangan. Penanganan darurat, pemulihan akses jalan, serta distribusi logistik diupayakan dilakukan secara terkoordinasi agar warga terdampak bisa segera pulih dari kondisi darurat.














