kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Atasi Kekeringan, Pemkab Maros Turunkan Satgas Penyaluran Air Bersih

Atasi Kekeringan, Pemkab Maros Turunkan Satgas Penyaluran Air Bersih
(foto:ist)

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten Maros melepas Satuan Tugas (Satgas) Penyaluran Air Bersih untuk mengatasi kekeringan yang telah melanda enam kecamatan.

Pelepasan satgas di halaman kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maros ini dipimpin Bupati Maros, Chaidir Syam.

Ia menyebut enam kecamatan yang terdampak kekeringan adalah Bontoa, Marusu, Maros Baru, Lau, Turikale, dan Mandai.

“Sudah ada 32 desa dan kelurahan terdampak, dengan hampir 20 ribu kepala keluarga atau sekitar 120 ribu jiwa,” ujarnya pada Kamis (04/09).

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD Maros menyiapkan empat unit tangki air yang akan beroperasi setiap hari.

Jika jumlah tersebut belum mencukupi, Pemkab akan melibatkan PDAM dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar). Selain itu, sejumlah pihak eksternal juga akan menyalurkan bantuan air bersih.

“Seperti Angkasa Pura dan PMI juga akan menyalurkan,” tambahnya.

Khusus beberapa tempat di Bontoa, suplai air bersih sudah dapat tertangani melalui booster PDAM.

Chaidir menegaskan, selain penanganan jangka pendek, Pemkab juga menyiapkan solusi jangka panjang.

Salah satunya dengan melakukan studi kelayakan untuk meningkatkan kapasitas instalasi pengolahan air.

“Di IPA Bantimurung, saat ini debitnya hanya 120 liter per detik. Ke depan harus ditingkatkan menjadi 200 liter per detik. Sementara IPA Pattontongan juga terbatas air bakunya. Ada potensi pembangunan IPA baru di Masale, namun masih dalam proses kajian,” jelasnya.

Kepala BPBD Maros, Towadeng, mengatakan pihaknya menyiapkan anggaran sekitar Rp30 juta untuk penyaluran air bersih tahun ini.
Pihaknya menunggu data resmi dari pemerintah setempat.

“Dasarnya adalah laporan dari desa atau kelurahan. Setelah itu baru bisa kami tindak lanjuti,” ungkapnya.