kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Appi Sebut Ekonomi Makassar Bergerak Cepat Efek PSBM

Appi Sebut Ekonomi Makassar Bergerak Cepat Efek PSBM
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin usai Menghadiri PSBM (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI tahun 2026 kembali menjadi magnet pertemuan tokoh-tokoh strategis dari berbagai penjuru Indonesia.

Di tengah geliat ekonomi nasional yang terus bergerak dinamis, forum tahunan ini tampil bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan ruang konsolidasi gagasan, jejaring, dan investasi yang kian diperhitungkan.

Momentum ini sekaligus menegaskan peran strategis Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) dalam mendorong kolaborasi lintas sektor dan wilayah.

Kehadiran Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, menjadi simbol komitmen pemerintah kota dalam memperkuat konektivitas ekonomi daerah dengan jejaring nasional.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), muturkan, bahwa pelaksanaan PSBM yang ke-XXVI tahun 2026 memberikan dampak nyata terhadap perputaran ekonomi di Kota Makassar.

Menurutnya, kehadiran Makassar sebagai tuan rumah bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga momentum yang dinantikan oleh masyarakat karena mampu menggerakkan berbagai sektor ekonomi lokal.

“Makassar menjadi tuan rumah, ini memberikan efek perputaran ekonomi, dan ini menjadi sesuatu hal yang ditunggu, karena hunian Hotel dan juga menu kuliner akan diminati pengunjung,” jelasnya.

Appi menjelaskan, kehadiran para saudagar Bugis Makassar dari berbagai penjuru, baik nasional maupun internasional, menuntut kesiapan kota dalam berbagai aspek, khususnya infrastruktur dan pelayanan (hospitality).

Pemerintah Kota Makassar, kata dia, terus berupaya memastikan kesiapan dan pelayanan agar mampu memberikan kesan positif bagi para tamu sekaligus membuka peluang investasi baru.

Selain itu, Appi menekankan pentingnya memanfaatkan momentum ini untuk memperlihatkan potensi besar yang dimiliki Kota Makassar.

Ia menyebut, Kota Makassar sebagai hub kawasan Indonesia Timur, Makassar memiliki posisi geografis yang sangat strategis dan mampu memberikan nilai ekonomi yang signifikan.

“Banyak sekali hal-hal yang bisa kita maksimalkan di Kota Makassar ini, apalagi kita merupakan hub dari Indonesia Timur yang bisa memberikan nilai ekonomi dengan letak geografis yang sangat strategis,” jelasnya.

Salah satu potensi unggulan yang terus didorong adalah sektor pariwisata bahari, khususnya kawasan Kepulauan Spermonde.

Gugusan pulau yang membentang di pesisir Makassar ini dinilai masih sangat potensial untuk dikembangkan dan menarik minat investor, terutama dalam meningkatkan kunjungan wisata laut.

“Makassar memiliki gugusan pulau-pulau Spermonde yang masih bisa dieksplorasi dengan baik untuk menarik investor dalam memaksimalkan potensi wisata, baik wisata laut di pulau-pulau maupun kawasan pantai,” tambahnya.

Ia menegaskan, sektor kuliner dan keberagaman budaya juga menjadi kekuatan tersendiri bagi Makassar.

Lanjut dia, Kota ini dikenal memiliki ragam kuliner khas serta kekayaan budaya yang menjadikannya memiliki daya tarik tinggi dalam setiap penyelenggaraan event berskala nasional maupun internasional.

Salah satu strategi yang diusung adalah pengembangan urban farming berbasis teknologi, termasuk pemanfaatan lahan sempit dengan sistem pertanian modern berbasis Internet of Things (IoT).

“Kita tidak punya lahan pertanian yang besar, tapi kita mengharapkan ketahanan pangan bisa dibangun melalui sistem yang lebih baik, salah satunya dengan memanfaatkan lahan sempit melalui urban farming berbasis IoT,” ungkapnya.

Dia menambahkan, ke depan Pemerintah Kota Makassar akan mengembangkan sistem pertanian modern yang terintegrasi, termasuk penggunaan greenhouse sebagai bagian dari ekosistem pertanian perkotaan.

Menurutnya, konsep ini telah terbukti berhasil di berbagai negara, salah satunya Belanda, yang meskipun memiliki keterbatasan lahan, mampu menjadi salah satu pemasok utama produk pertanian di Eropa.

“Kalau kita lihat di Belanda, dengan lahan yang terbatas mereka bisa menjadi supplier besar di Eropa. Ini harus menjadi contoh bagi kita bahwa pertanian lahan sempit dengan greenhouse dan berbasis IoT bisa menjadi solusi pertanian modern di kota,” kata Appi.

Appi juga menekankan pentingnya penguatan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan kota, termasuk kebutuhan pembangunan jalan tol serta sistem pertanian terintegrasi yang lebih modern.

Appi menegaskan bahwa berbagai potensi dan tantangan tersebut membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak.

Oleh karena itu, momentum PSBM diharapkan mampu menjadi ruang strategis untuk membangun kerja sama lintas sektor demi mendorong kemajuan Kota Makassar ke depan.

“Tentu banyak sekali hal-hal yang harus kita kerjasamakan di Kota Makassar ini,” tukasnya.

error: Content is protected !!