KabarMakassar.com — Pemerintah Kota Makassar memanfaatkan kunjungan kerja Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, sebagai ajang strategis untuk memperkuat citra pariwisata dan spiritualitas kota.
Dalam momen yang dikemas secara informal namun penuh makna, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham mengajak Menteri Agama menyusuri kawasan wisata Pantai Losari menggunakan kapal pinisi, Kamis (24/07).
Agenda yang berlangsung menjelang matahari terbenam itu menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Menag di Kota Makassar. Tak sekadar seremoni, pertemuan tersebut dimaknai sebagai ruang silaturahmi antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus promosi terhadap ikon wisata Makassar.
“Alhamdulillah, ini kebanggaan bagi kami Pemerintah Kota Makassar bisa menyambut dan mendampingi Bapak Menteri di salah satu destinasi unggulan kota ini. Sunset Losari selalu memberikan pengalaman spiritual dan estetika yang khas,” ujar Munafri Arifuddin alias Appi di atas kapal pinisi.
Ia menekankan bahwa wisata bahari dan religi merupakan kekuatan utama Makassar yang terus dikembangkan. “Atmosfer keakraban seperti ini penting, bukan hanya dalam aspek pemerintahan tapi juga dalam membangun narasi kota yang ramah dan terbuka,” tambahnya.
Menteri Agama sendiri tampak antusias menikmati perjalanan laut pendek tersebut, yang diselingi alunan musik akustik serta pemandangan Masjid 99 Kubah yang megah dari kejauhan. Seusai menikmati senja, rombongan melanjutkan agenda makan malam bersama di kawasan tepi pantai, memperkuat nuansa kekeluargaan dalam kunjungan ini.
Wali Kota menyampaikan apresiasinya atas waktu yang diluangkan Menteri Agama untuk menikmati suasana khas Makassar. “Kami berharap ini menjadi salah satu pengalaman berkesan selama di Makassar dan membuka peluang kolaborasi lanjutan dalam pengembangan wisata berbasis spiritual dan budaya,” ujarnya.
Kunjungan ini dinilai memperkuat positioning Makassar sebagai kota tujuan wisata nasional yang mengedepankan harmoni antara budaya lokal, nilai spiritualitas, dan potensi ekonomi.
“Pantai Losari bukan hanya ikon visual, tapi juga ruang batin. Melalui interaksi seperti ini, Makassar ingin menunjukkan wajahnya sebagai kota yang menyambut setiap tamu dengan hati,” tutup Appi.
Acara ini juga menjadi bagian dari strategi Pemkot Makassar dalam memperkenalkan Losari bukan sekadar tempat hiburan, tetapi simbol keterbukaan, keramahtamahan, dan kekayaan nilai yang bisa menjadi kekuatan baru dalam pembangunan kota.














