KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros akan memperkuat pengawasan terhadap siswa di lingkungan sekolah menyusul adanya indikasi penggunaan vape yang diduga mengandung narkotika di kalangan pelajar.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan agar penyalahgunaan zat berbahaya tidak semakin meluas di lingkungan pendidikan.
Bupati Maros, Chaidir Syam, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk mengarahkan seluruh sekolah meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas peserta didik.
Menurutnya, pihak sekolah perlu lebih aktif memantau penggunaan rokok elektrik yang berpotensi membahayakan siswa.
“Kami akan menginstruksikan ke Kepala Dinas Pendidikan untuk mengarahkan seluruh pihak sekolah memantau murid-muridnya,” kata Chaidir, Rabu (6/5).
Chaidir menilai vape tidak lagi dapat dipandang hanya sebagai gaya hidup atau tren di kalangan remaja.
Ia menyebut terdapat indikasi sebagian produk vape mengandung zat berbahaya, termasuk narkotika, sehingga memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak.
“Karena vape ini terindikasi ada kandungan narkobanya dan bisa membahayakan siswa-siswi kita,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Maros akan menginstruksikan sekolah melalui Dinas Pendidikan untuk melaksanakan inspeksi mendadak (sidak).
Pemeriksaan terhadap barang bawaan siswa diharapkan dapat mencegah masuk dan beredarnya vape ilegal maupun produk yang diduga mengandung zat terlarang di lingkungan sekolah.
“Nanti kita akan menyurati pihak sekolah melalui Dinas Pendidikan untuk melakukan sidak kepada siswa-siswi,” tutur Chaidir.
Selain pengawasan di sekolah, pemerintah daerah juga akan memperluas pengawasan terhadap toko-toko penjual vape di wilayah Maros.
Langkah tersebut akan dilakukan melalui koordinasi dengan aparat penegak hukum guna memastikan produk yang beredar tidak mengandung zat terlarang serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pemkab Maros juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk organisasi anti narkotika dan duta anti narkoba, untuk memperkuat edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pelajar dan masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.
Chaidir menilai dugaan peredaran vape yang mengandung narkotika dapat menjadi salah satu modus baru yang menyasar generasi muda, khususnya pelajar.
Karena itu, ia mengajak sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta bersama-sama mengawasi anak-anak.













